Register Confirmation

Already registered ?

No

REGISTER NEXT PROGRAM

AKSELNEWS

Pengembangan Model Ekosistem Inovasi Institut Pertanian Bogor
By Admin Akselerasi Inovasi Posted 16 Mar, 2017

Tingginya jumlah produk inovasi yang dihasilkan oleh IPB tidak signifikan dibandingkan dengan jumlah inovasi yang berhasil dikomersialisasi. Hasil Inovasi IPB yang telah berhasil dikomersialisasikan berjumlah 26 karya inovasi atau 0,08% total inovasi yang berpotensi dikembangkan menurut BIC (DRI 2016). Jumlah karya inovasi yang masih dalam tahap inkubasi berjumlah 26 karya inovasi. Sementara itu paten yang sudah diaplikasikan berjumlah 24 atau hanya 0,07% dari total jumlah paten dengan jumlah yang berpotensi komersial dan masih dalam tahap inkubasi berjumlah 20 karya.

Rendahnya prosentase komersialisasi inovasi tersebut menunjukkan bahwa kinerja inovasi IPB harus segera ditingkatkan. Peningkatan kinerja inovasi salah satunya dapat dilakukan melalui peningkatan koordinasi antar unit organisasi dan memperbaiki interdependensi aktifitas yang ditengarai menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat kinerja inovasi.

Untuk mengatasi hal tersebut, RAMP IPB mengundang lembaga di IPB yang bergerak dibidang inovasi dan inkubasi bisnis untuk memverifikasi data hasil pemetaan peran stakeholder dalam ekosistem inovasi dan meminta masukan mengenai pemetaan peran stakeholder dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan pada hari Selasa, 14 Maret 2017 dengan tema  “Pengembangan Model Ekosistem Inovasi Institut Pertanian Bogor”.

FGD dibuka oleh Dr. Ir. Aji Hermawan, MM,  beliau mengharapkan melalui FGD ini dapat dihasilkan ekosistem inovasi di IPB yang lebih baik, hasil riset lebih terarah, dan pengembangan produk yang lebih produktif.  Direktur Riset dan Inovasi IPB, Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnaen Siregar, M.For.Sc. dalam sambutannya mengemukakan ada beberapa tantangan mengenai hilirisasi hasil inovasi sehingga dibutuhkan ekosistem yang baik dalam hilirisasi hasil riset. Terdapat 4 fungsi ekosistem, yaitu (1) sebagai habitat para inovator, (2) dapat memproduksi sesuatu, (3) berfungsi sebagai regulation, dan (4) sebagai sumber informasi.


Makalah “Pengembangan Model Ekosistem Inovasi Institut Pertanian Bogor” dipaparkan oleh Zulfatun Najah mahasiswa S2 Teknologi Industri Pertanian IPB. Zulfatun memaparkan hasil pemetaan ekosistem inovasi, proses yang terjadi (aktivitas), stakeholder yang berperan dalam ekosistem inovasi IPB, interaksi antara aktivitas dan stakeholder dan analisis kinerja ekosistem inovasi. Dari hasil riset yang telah dilakukan ditemukan adanya kesenjangan dalam menyampaikan topik inovasi. Beberapa hal yang diperlu segera dilakukan antara lain bahwa dalam menentukan topik riset perlu adanya bantuan dari industri, perlu dikembangkan database, perlu adanya negosiasi lesensi, untuk merancang sistem komersialisasi yang baik perlu dilakukan analisa pengembangan produk, analisa pengembangan pasar serta analisia kebutuhan produk.


FGD yang dihadiri oleh Direktorat Riset dan Inovasi, Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni, Direktorat Pengembangan Bisnis, Seafast Center IPB, Surfactant And Bioenergy Research Center, Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia, PT. BLST, Dosen Fakultas Teknologi Pertanian dan Sekolah Bisnis IPB  memberikan banyak masukan untuk penyempurnaan  Model Ekosistem Inovasi di IPB.  Peserta FGD sepakat bahwa nantinya akan dipetakan ekosistem inovasi oleh IPB, memperbaiki koordinasi dan komunikasi serta mengkoordinasikan aliran informasi dan sumber daya.