Register Confirmation

Already registered ?

No

REGISTER NEXT PROGRAM

OUR PROJECT

MAY FOOD CO
By andi setiawan Posted 09 Jan, 2017

ABOUT THE PROJECT

Hortikultura merupakan sub sektor andalan bagi pembangunan sektor pertanian dengan produksi sayuran di Indonesia pada tahun 2011 mencapai 11.394.891 ton. Sayuran memiliki nilai ekonomi tinggi dan sangat prospektif untuk dikembangkan. Mengingat potensi serapan pasar dalam negeri dan internasional yang terus meningkat. Disamping itu, sayuran adalah jenis komoditas mudah rusak (very perishable) dengan waktu simpan yang relatif pendek pada penyimpanan biasa. Kerusakan dan penurunan kualitas sayuran dapat terjadi secara fisik, fisiologis, mikrobiologis, patologis dan secara mekanis. Selain itu sayuran juga memiliki kandungan air dan tingkat transpirasi yang tinggi. Penanganan pascapanen sayur di Indonesia yang minim menyebabkan Indonesia memiliki rata-rata kehilangan pascapanen tiap tahunnya mencapai 38,5%. Kehilangan pascapanen di negara berkembang terjadi sejak pemanenan hingga tempat pemasok akibat penanganan dan kondisi penyimpanan yang tidak tepat.

Walaupun tergolong komersial, sayuran sangat rawan terhadap fluktuasi harga pasar. Produk yang tidak mampu bertahan lama dalam kondisi segar ini seringkali mengalami penurunan harga yang tajam disaat produksi melimpah pada waktu tertentu. Hal ini akan berdampak pada kondisi perekonomian para petani sayur secara langsung selaku produsen. Pada beberapa kejadian banyak petani yang justru membiarkan hasil panenan mereka membusuk dikebun karena rendahnya harga sehingga hasil penjualan pun tidak akan mampu menutupi modal yang telah dikeluarkan oleh para petani. Selain itu akan timbul dampak lingkungan akibat pembusukan dari sayur buangan maupun sisa panen yang tidak laku terjual berupa bau yang tidak sedap, hingga penularan berbagai macam penyakit.

Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk terutama di daerah perkotaan, maka kebutuhan akan pangan juga meningkat. Salah satunya adalah peningkatan konsumsi pangan sayuran oleh masyarakat yang semakin tinggi. Salah satu faktor peningkatan konsumsi sayuran masyarakat Indonesia adalah perubahan gaya hidup back to nature yang sedang menjadi tren di kalangan masyarakat karena semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Selain itu perubahan gaya hidup untuk lebih minimalis, instant menjadi pilihan utama termasuk dalam hal pengolahan makanan yakni produk sayuran.

VINSTAN  hadir sebagai solusi dalam penanganan pascapanen berupa pembuatan sayuran kering instan (VINSTAN) dengan melakukan proses pengeringan. Sasaran utama bahan baku produk VINSTAN  adalah produk sayur petani, yang dapat mengatasi masalah pada sayuran segar khususnya meningkatkan umur simpan, menjaga kualitas selama penyimpanan dan menambah nilai jual. Inovasi VINSTAN  juga hadir sebagai solusi pemenuhan kebutuhan konsumsi sayuran per kapita masyarakat yang selama ini kekurangan kebutuhannya dipenuhi oleh komoditas impor bahkan diharapkan VINSTAN dapat bersaing dalam persaingan global.

Dorongan lain muncul karena semakin banyaknya karya mahasiswa dalam pengembangan produk dan pangan fungsional namun  hanya berhenti di laboratorium saja. Oleh karena itu MAY FOOD CO hadir dan dimulai dari produk VINSTAN yang di olah dengan  mesin pengering, sehingga selanjutnya dapat menjadi percontohan yang lain untuk berani berwirausaha.


PROJECT INTEREST

Project ini merupakan pemberdayaan para petani Indonesia dengan memanfaatkan teknologi tepat guna berupa mesin pengering. Adapun yang menjadi daya tarik dan keunggulan adalah sebagai berikut:

  1. dapat meningkatkan value dari produk sayur, yaitu dengan mengubah sayur menjadi sayur kering akan memperpanjang masa simpan sayur Indonesia.
  2. Dapat meningkatkan nilai ekonomi terutama bagi para petani Indonesia
  3. Memperkanalkan masakan khas Indonesia terutama bagi mancanegera, yakni dengan dengan mengkombinasikan sayur instan kering berbumbu masakan Khasn Indonesia
  4. Solusi hidup sehat, instant, bagi masyarakat Indonesia yang memiliki kesibukan tinggi sehingga VINSTAN di jadikan sebagai solusi utama.

 


OUR TEAM

Andi Setiawan: sebagai CO Founder

Mahasiswa Universitas Brawijaya Fakultas Teknologi Pertanian Jurusan Teknik Pertanian. Memiliki latar belakang pengoalah pangan, proses pangan dan Food Engineering

Muh Yunus : CMO

Mahasiswa Universitas Brawijaya Fakultas Teknologi Pertanian. Memiliki latar belakang ilmu hama dan tanaman.

Aryanis Mutia Zahra : COO 

Mahasiswa Universitas Brawijaya Fakultas Teknologi Pertanian Jurusan Teknologi Hasil Pertanian. Memilki latar belakang pengolahan pangan dan Ilmu teknologi pangan.

kemudian MAY FOOD CO terbagi menjadi sub sub di visi lagi yaitu:

1. Divisi Riset and Development

2. Divisi Proses Pengolahan

3. Divisi Marketing


OUR WISH

Bekerja sama dan bersinergi untuk membantu para petani Indonesia terutama petani sayur Indonesia untuk meningkatkan nilai ekonomi pertanian Indonesia. 

 


CHALLENGE OF THE PROJECT

Resikonya dan tantanganny yaitu teridiri dari Internal dan Eksternal
1. Dari internal: yakni dari team itu sendiri, timbulnya tujuan yang tidak se-visi dan se-misi

2. Eksternal : yaitu terdapat pesaing pesaing dari perusahan lain yang ikut mengembangkan produk sayur kering.

 


VIDEO