AKSELERASI, SAMARINDA – Gebyar TIK 2025 mencapai tahap akhir. Berlokasi di Hotel Horison, Kota Samarinda, babak final ini diikuti 83 peserta dari SMA dan SMK yang berlangsung sejak 30 November hingga 2 Desember 2025 hari ini. Empat cabang lomba dipertandingkan, yaitu Animasi, Desain Poster, Desain Kemasan Produk, serta E-Student Borneo League/E-Sport.
Kategori Animasi menjadi salah satu lomba yang menarik perhatian karena para peserta menampilkan karya animasi 2D maupun 3D dengan konsep orisinal. Penilaian mencakup kualitas alur cerita, desain karakter, kreativitas visual, serta penguasaan teknik animasi.
Beberapa karya menampilkan efek visual yang kompleks, desain karakter yang kuat, serta penggunaan software animasi profesional. Juri juga memberikan apresiasi khusus kepada peserta yang mampu menggabungkan teknik sinematografi, transisi halus, serta pengolahan audio yang selaras dengan cerita sehingga menghasilkan animasi yang lebih hidup dan berkualitas.
Di kategori Desain Poster, para finalis menunjukkan karya visual dengan pesan kuat. Mereka mengangkat tema teknologi, pendidikan, lingkungan, atau sosial. Penilaian dilakukan berdasarkan kreativitas, komposisi warna, teknik desain, serta efektivitas dalam menyampaikan pesan melalui visual.
Lalu, di Lomba Desain Produk, menampilkan berbagai rancangan inovatif. Dari ide sederhana, prototype nyata, hingga model digital. Juri menilai aspek fungsionalitas, inovasi, estetika, dan potensi produk tersebut di dunia nyata.
Ada yang membuat prototype alat sederhana, ada pula yang menampilkan model 3D sebagai konsep desain produk masa depan. Penilaian fokus pada inovasi, nilai fungsional, dampak manfaat bagi pengguna, estetika, hingga potensi produk untuk dikembangkan lebih lanjut. Beberapa karya bahkan dianggap memiliki peluang untuk direalisasikan menjadi produk nyata karena memiliki konsep yang matang dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara DI kategori MPL Mobile Legends menghadirkan pertandingan kompetitif dengan tim-tim terbaik yang lolos ke babak final. Mereka menunjukkan strategi, koordinasi tim, dan keterampilan bermain yang maksimal. Suasana makin meriah dengan sorak-sorai penonton dan dukungan komunitas.
Kepala UPTD Tekkom dan Infodik Kaltim, Muchamad Awaludin, menyampaikan pentingnya literasi digital, inovasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Makanya, Gebyar TIK 2025 digelar untuk mendorong siswa agar lebih aktif, kreatif, dan percaya diri dalam menghadapi dunia teknologi informasi.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh juri, sekolah, guru pendamping, peserta, hingga panitia pelaksana yang telah mendukung kelancaran acara,” katanya.
“Meski pelaksanaan dilakukan dengan efisiensi anggaran dan tanpa fasilitas fullboard hotel, kegiatan tetap berjalan lancar dan penuh antusiasme,” timpal Awaludin.
Ia berharap Gebyar TIK 2025 bisa menjadi momentum awal agar generasi muda semakin giat mengeksplorasi dunia digital dan teknologi. “Dengan selesainya Gebyar TIK 2025, kami berharap event ini dapat terus digelar di tahun-tahun mendatang dan menjadi agenda rutin yang menginspirasi dan memacu daya kreativitas siswa di Kaltim dan sekitarnya,” ujar Awaludin. (*)
