Home BERITA KALTIM Harapan di Batas Negeri, KRS Dokter Share Layani Kesehatan Gratis di Pesisir...

Harapan di Batas Negeri, KRS Dokter Share Layani Kesehatan Gratis di Pesisir Kutim

0

Banner Pemerintah Kabupaten Kutai Timurr

AKSELERASI, KUTIM – Warga pesisir Kutai Timur (Kutim) yang terisolasi kembali mendapatkan akses layanan kesehatan spesialis gratis. Kapal Rumah Sakit (KRS) terapung milik Yayasan Dokter Share, yang dipimpin oleh dr Lie Dharmawan, kembali berlabuh, kali ini menyasar wilayah terpencil seperti Desa Sandaran dan Tanjung Mangkalihat.

Pelayanan ini merupakan lanjutan dari rangkaian kegiatan di tiga titik, yang sebelumnya telah dibuka dengan antusias oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi di Desa Manubar Dalam beberapa waktu lalu, dan kini ditutup di Desa Sandaran, Kecamatan Sandaran.

Layanan di Desa Sandaran resmi dibuka oleh Kepala Desa Sandaran Kastuni Jaya, didampingi perwakilan Dinas Kesehatan Husni Thamrin, dan Kepala Puskesmas Sandaran dr Yustinus Budi Rindanto.

Kegiatan pengobatan ini berlangsung sejak 23 hingga 27 November 2025 tanpa batasan kuota dan biaya. Layanan yang disediakan sangat lengkap, mencakup praktik dokter spesialis penyakit dalam, kebidanan dan kandungan, anak, bedah hingga gigi.

Kehadiran para spesialis ini menjawab kebutuhan warga yang selama ini terpaksa menempuh perjalanan ekstrem.

Kepala Puskesmas Sandaran, dr Yustinus Budi Rindanto, menyoroti parahnya isolasi akses medis yang dialami warganya.

“Selama ini masyarakat Sandaran harus menempuh waktu sembilan jam untuk menuju RSUD Talisayan di Berau dan dua belas jam perjalanan menuju RSUD Sangkulirang,” jelas dr Yustinus.

Kapal rumah sakit ini dilengkapi fasilitas medis setara rumah sakit berjalan, termasuk ruang operasi, fasilitas bedah gigi, dan laboratorium. Pelayanan dilakukan melalui dua metode yakni pengobatan di posko darat dan tindakan lanjutan di atas kapal, memungkinkan penanganan pasien dilakukan secara tuntas.

Bagi warga pesisir, kedatangan kapal rumah sakit ini membawa harapan besar bahwa akses kesehatan spesialis kini tidak lagi terhalang oleh jarak, waktu, maupun biaya, menegaskan bahwa hak kesehatan juga milik mereka yang berada di wilayah terluar Kutim.(Adv)

Exit mobile version