AKSELERASI – Kepala Sub Bagian Perencanaan Program Dinas Kesehatan Kalimantan Timur Agus Budianto mengatakan, ada beberapa tujuan penyusunan Rencana Strategis atau Renstra 2024-2026. Selain untuk mengkoordinasikan rencana pembangunan, juga agar keseluruhan program terintegrasi dan responsif.
“Intinya Renstra 2024-2026 ini untuk menjawab isu-isu strategis di bidang kesehatan,” katanya, kemarin.
Menurut Agus Budianto, ada lima isu strategis kesehatan. Pertama, penurunan angka stunting. Kedua, angka kematian ibu dan bayi. Ketiga, perbaikan pengelolaan jaminan kesehatan. Keempat, penguatan pelayanan kesehatan. Serta kelima isu terkait obat dan alat kesehatan.
“Hal itu untuk menjawab permasalahan dan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah,” ujarnya.
Bagi Agus Budianto, dalam menyusun Renstra 2024-2026, Dinkes Kaltim tidak hanya melakukan evaluasi program. Tetapi juga evaluasi kegiatan yang sudah berjalan selama rentang 2019-2022.
Disamping itu, urai Agus Budianto, Dinkes Kaltim juga menyusun program, kegiatan, dan sub kegiatan dengan mempertajam indikator. “Target kinerja sesuai dengan tugas dan fungsi perangkat daerah pada tahun yang akan datang,” pungkasnya. (ags/adv)
Dalam penyusunan Renstra tersebut, melibatkan 24 peserta dari Dinkes Kaltim dan 12 peserta dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di lingkungan Dinkes Kaltim. (ags/adv)
