Baca Juga

spot_img

Ini Solusi Dinkes Kaltim Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

AKSELERASI – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur melakukan upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi saat proses persalinan. Salah satunya yakni dengan menyiapkan fasilitas kesehatan sebagai rujukan.

“Kami telah merancang para ibu yang sedang melahirkan dan punya risiko tinggi untuk dirujuk, kami siapkan tempatnya yaitu di Bapelkes (Balai Pelatihan Kesehatan, Red.),” kata Kepala Dinkes Kaltim dr Jaya Mualimin.

Dia mengungkapkan, peristiwa meninggalnya ibu dan bayi disebabkan beberapa hal. Diantaranya karena terlambat dalam penanganan dan terlambat dalam diagnosa.
Sehingga dengan kejadian itu, maka Dinkes Kaltim akan fokus dalam Antenatal Checkup (ANC) 1 atau konsultasi saat kehamilan ibu, baik konsultasi pertama sampai konsultasi keenam, dan cakupan harus 95 bagi ibu-ibu yang sedang hamil.

“Kami juga membenahi penanganan gizi pada balita, karena berdasarkan survei terbaru, kita itu naik 1,1 persen terhadap balita stunting. Kita akan segera membenahinya dan fokus masalah tersebut,” ujarnya.

Untuk angka absolutnya terhadap jumlah kematian ibu dan bayi, lanjut Jaya, pada 2022 ada 73 kematian per tahun dan tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim.
Angka kematian terbanyak ada di Kabupaten Kutai Kartanegara yakni 24 kasus dan Kota Samarinda 20 kasus. Sementara daerah lainnya di bawah 5 kasus.

Jaya menambahkan, pada 2021, kematian ibu dan bayi sekitar 168 kasus, dan jumlah tersebut penyebabnya adalah pandemi COVID-19 pada waktu itu. “Kami akan terus berupaya menekan angka kematian pada Ibu dan anak ini, kalau bisa semua proses kelahiran harus sehat kedua-duanya,” pungkasnya. (dhi/adv)

spot_img

Yuk Baca Juga

spot_img

Berita Terkait