AKSELERASI – Hasil kopi luwak di Desa Perangat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar) mulai dilirik. Salah satunya pengusaha kopi dari Bali yang menawarkan harga cukup tinggi, yakni Rp 5 juta per kilonya.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar Suhada saat membacakan sambutan Bupati Kukar pada Bimtek Kompetensi Budidaya Kopi bagi ASN Bidang Pertanian, Senin (9/10). Kegiatan tersebut berlangsung di UPTD BPPSDM Kaltim, Samarinda.
“Kopi luwak di Desa Perangat Baru memiliki kualitas dan cita rasa khas, sehingga memiliki harga jual yang tinggi. Sekarang berkisar Rp 3,5 juta per kilo, bahkan ada tawaran dari Bali seharga Rp 5 juta per kilonya,” katanya.
Menurut Suhada, pengembangan kopi luwak juga diintegrasikan dengan pengembangan agro eduwisata, baik pada lahan masyarakat maupun lahan desa. Dengan dukungan pihak swasta menjadi salah satu modal utama percepatan pengembangan kopi di Desa Perangat Baru. Antara lain Pertamina Hulu Kaltim (PHKT) dan PT Mahakam Sumber Jaya (MSJ) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (TJSP).
Beberapa bentuk bantuan dan fasilitasi dalam pengembangan kopi yang dilakukan Pemkab Kukar, antara lain pembangunan rumah produksi dan lantai jemur, pengerasan jalan produksi sepanjang 500 meter, sarana produksi antara lain bibit kopi dan herbisida, serta pengembangan barista dengan sertifikasi nasional.
Kemudian, lanjutan pengerasan jalan produksi sepanjang 1.500 meter, penyerahan mesin roasting, pembangunan embung, pembangunan rest area, serta penyusunan masterplan agro eduwisata berbasis kopi luwak. (adv
