spot_img

Puji Setyowati: Dua Tahun Tidak Ada Tatap Muka

AKSELERASI – Ketua Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur, Puji Setyowati, menyorot secara serius proses pembelajaran tatap muka di Kota Samarinda.

Meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah turun menjadi level 2, ia mewanti-wanti munculnya persoalan baru; learning loss –hilangnya pengetahuan dan keterampilan, baik secara umum atau spesifik, atau terjadinya kemunduran proses akademik karena suatu kondisi tertentu.

Kata Puji Setyowati, sejumlah daerah di Kalimantan Timur memang sudah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara bertahap melalui program Sekolah Tangguh Covid-19 (STC).

Namun, saat PTM berlangsung, ada jeda waktu bagi siswa untuk menyesuaikan dan memahami kembali mata pelajaran yang diajarkan. Makanya, untuk mengantisipasi fenomena learning loss, ia meminta para guru agar membangun interaksi yang interaktif ke siswa.

“Siswa sudah hampir dua tahun tidak ada tatap muka. Memang harus step by step. Mulailah dari mengembangkan daya pikir siswa,” ujarnya.

Puji Setyowati menyatakan, penting bai para guru melakukan sejumah tahapan untuk merangsang kembali kebiasaan-kebiasaan belajar tatap muka kepada siswa.

“Misalnya, pembelajaran apa yang harus dimulai dulu, lalu apa yang bisa menyesuaikan di kelas. Sehingga siswa memulai tahapan itu dengann terlatih,” bebernya.

Melalui cara itu, Puji Setyowati berharap, para guru memahami langkah untuk mengatasi learning loss dengan tetap melaksanakan PTM dan mematuhi protokol pencegahan penyebaran COVID-19 di sekolah. “Mudah-mudahan mendekati normal jangan sampai ada klaster baru,” tutupnya. (dwi/re)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Must Read

Related Articles