Home BERITA KALTIM Asisten Pribadi Gubernur Kaltim Diduga Intimidasi Wartawan saat Proses Wawancara

Asisten Pribadi Gubernur Kaltim Diduga Intimidasi Wartawan saat Proses Wawancara

0
Asisten Pribadi Gubernur Kaltim Diduga Intimidasi Wartawan saat Proses Wawancara
Senja Fitriani Borgin (tengah) dan seorang pria yang diduga asisten pribadi Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud yang lain dalam rekaman salah satu video. (FOTO: Repro/Akselerasi)

AKSELERASI, SAMARINDA – Tindakan menghalangi proses kerja wartawan ketika wawancara, diduga dilakukan seorang asisten pribadi Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud. Perempuan bernama Senja Fithriani Borgin itu, sempat mendesak seorang wartawan media online untuk menyudahi pertanyaan dengan cara intimidatif, Senin (21/7/2025). Kejadian tersebut bahkan terekam dalam tiga video dengan sudut pandang yang berbeda dan beredar di sejumlah grup aplikasi WhatsApp (WA).

Di video pertama berdurasi 46 detik dengan sudut pandang langsung di depan Rudy Mas’ud, terdengar suara pertanyaan dari seorang wartawan yang mencoba mengkofirmasi pernyataan Rudy Mas’ud terkait pengalihan pengelolaan batubara dari koperasi ke Perusahaan Daerah (Perusda). Pernyataan itu diduga pernah disampaikan gubernur Kaltim dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergi Daerah Penghasil Sumber Daya Alam untuk Menggali Potensi Dana Bagi Hasil Sektor Pertambangan dan Kehutanan Guna Penguatan Fisikal Daerah di Hotel Novotel, Kota Balikpapan, Rabu (9/7/2025).

Belum sempat Rudy, Mas’ud memberikan jawaban, Senja lalu berdiri di depan wartawan tersebut. Posisinya membelakangi Rudy Mas’ud. Ia lalu menegur sang wartawan dengan kata “Mas!” beberapa kali. Lantaran tak diindahkan dan Rudy Mas’ud sedang menyimak pertanyaan yang disampaikan wartawan tersebut, Senja lalu berkata “Tandai!” beberapa kali dengan nada ancaman sembari berpindah posisi ke sisi kiri Rudy Mas’ud. Perkataan ini terekam dalam video tersebut pada detik ke 9 hingga detik ke 11. Diduga, perkataan itu disampaikan Senja kepada rekan kerjanya di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

Di video kedua berdurasi 36 detik dengan sudut pandang sisi kanan Rudy Mas’ud, terlihat Senja bersama seorang pria berbaju putih –diduga asisten pribadi Rudy Mas’ud yang lain– berdiri tepat di depan dan sisi kanan wartawan tersebut dengan ekspresi wajah dan tatapan tak ramah. Video ini diduga terekam usai kejadian di video pertama.

Di video ketiga berdurasi 23 detik, tampak Senja berbicara dengan wartawan tersebut. Dalam rekaman, tak begitu jelas apa yang dikatakan keduanya. Namun terlihat di detik 12, Senja terlihat pergi begitu saja dan tak menggubris penjelasan dari wartawan tersebut. Dari penelusuran BEKESAH.co, tindakan asisten pribadi gubernur Kaltim ini terjadi usai penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Pemprov Kaltim dan sebuah Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan Yayasan Laut Biru Kepulauan Derawan (YLBKD) di depan Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin (21/7/2025).

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim Abdurrahman Amin yang dikonfirmasi BEKESAH.co, menilai Tindakan yang dilakukan asisten pribadi gubernur Kaltim itersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan kebebasan pers. Ia menekankan bahwa pejabat publik dan staf di sekelilingnya harus memahami posisi wartawan sebagai penyambung informasi publik. “Kalau pertanyaannya menyangkut tugas dan kewenangan publik, tidak ada alasan untuk dihalangi. Kalau pun tidak ingin menjawab, lebih baik sampaikan secara elegan, bukan dengan intimidasi,” ucapnya.

Ia juga mendorong pemerintah, khususnya pejabat eksekutif, agar tidak membangun jarak dengan insan pers. Menurutnya, relasi sehat antara pemerintah dan media penting untuk menjaga transparansi dan kepercayaan publik. “Gubernur sebaiknya membangun komunikasi yang sehat dengan media, bukan malah menjauh. Wartawan bekerja berdasarkan etika dan tanggung jawab jurnalistik,” ujarnya.

Tindakan asisten pribadi gubernur Kaltim yang menghalangi proses kerja wartawan ketika wawancara, ternyata bukan kali ini saja terjadi. Penelusuran BEKESAH.co menemukan, arogansi serupa yang dilakukan asisten pribadi Rudy Mas’ud, juga pernah terjadi di Di Kabupaten Berau, Senin (14/7/2025), kepada seorang wartawan media online. Salah seorang diantaranya, bahkan mendorong wartawan tersebut dengan dalih Rudy Mas’ud sedang memiliki agenda yang padat. Kejadian itu terjadi saat Rudy Mas’ud dan istri — Syarifah Suraidah– melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Biduk-Biduk.

Dikutip dari Jurnal Borneo, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Kaltim Syarifah Alawiyah, sempat mengklarifikasi kejadian di depan Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin (21/7/2025). Ia menyatakan, gubernur Kaltim saat itu dalam kondisi fisik yang kurang baik. “Mungkin karena bapak sudah capek seharian, belum makan, belum sempat salat. Jadi sudah disampaikan agar wawancara dihentikan,” ungkapnya.

Syarifah Alawiyah mengklaim, asisten pribadi gubernur Kaltim hanya menindaklanjuti sinyal dari Rudy Mas’ud yang meminta agar sesi wawancara dihentikan. “Bapak sudah bilang, ‘sudah ya, sudah ya.’ Itu warning buat tim beliau. Tapi wartawan masih lanjut bertanya,” akunya.

Ia pun mengingatkan agar wartawan memahami konteks kegiatan sebelum bertanya. “Wartawan juga harus tahu, pertanyaan sebaiknya sesuai kegiatan. Jangan terlalu jauh dari konteks, apalagi saat doorstop yang waktunya singkat. Kalau saat santai, itu beda,” tukasnya. (ak)

Exit mobile version