
AKSELERASI, KUTIM – Transformasi signifikan terjadi dalam jajaran birokrasi Kutai Timur (Kutim) setelah 30 Pegawai Negeri Sipil (PNS) resmi dilantik dalam jabatan fungsional. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat di Gedung Diklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim, belum lama ini.
Dari total yang dilantik, 24 orang menempati jenjang fungsional Muda, sementara 16 lainnya ditetapkan sebagai Pejabat Fungsional Pertama. Mereka berasal dari berbagai perangkat daerah, menunjukkan tuntutan yang meningkat terhadap keahlian teknis aparatur.
Pelantikan dipimpin oleh Kepala BKPSDM Kutim, Misliansyah, mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman melalui mekanisme pendelegasian wewenang.
Dalam arahannya, Misliansyah menegaskan bahwa pengangkatan ini merupakan bagian dari amanat besar Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Proses ini bukan seremoni administratif semata, tetapi bagian dari reposisi besar-besaran sistem kepegawaian nasional,” ujarnya. Ia juga menjelaskan batas delegasi, di mana pelantikan fungsional ahli utama tetap menjadi wewenang penuh kepala daerah.
Misliansyah menyoroti keuntungan dari transformasi ini, terutama pasca penataan eselon IV menjadi jabatan fungsional hingga tingkat kecamatan. Menurutnya, sistem fungsional membuka peluang karier yang selama ini terhambat oleh formasi struktural yang kaku.
“Dulu banyak PNS jabatan struktural yang kariernya tertahan karena kuota jabatan yang terbatas. Kini, melalui jabatan fungsional, perjalanan karier menjadi lebih jelas, tidak lagi tersumbat oleh formasi struktural yang rigid,” jelasnya.
Menutup arahannya, Misliansyah menyampaikan ucapan selamat dan pesan etika profesi kepada para pejabat yang baru dilantik.
“Selamat bekerja, bekerja dengan penuh integritas dan profesional untuk memajukan daerah dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.
Pelantikan 30 pejabat fungsional ini menandai permulaan pengabdian baru yang menuntut kepakaran, ketelitian, dan komitmen moral yang lebih tinggi dari aparatur Kutim.(Adv)