AKSELERASI – Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur Cahyo Kristianto mengatakan bahwa pihaknya saling berbagi pengalaman dan edukasi mitigas bencana kebakaran lahan pertanian dengan petani ladang di daerah tersebut.
“Kita saling berbagi edukasi kebencanaan Kebakaran lahan pertanian, karena daerah kita ini mayoritas petani ladang, bukan petani sawah. Jadi kita harus menjaga lahan kita agar tidak terbakar,” ujar Cahyo di Samarinda, Selasa.
Cahyo menjelaskan bahwa petani ladang di Kaltim biasanya melakukan pembakaran lahan secara tradisional untuk membuka lahan baru atau membersihkan lahan lama. Namun, pembakaran lahan ini berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang merugikan lingkungan dan kesehatan.
“Kami sudah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada petani ladang tentang cara-cara pembakaran lahan yang aman dan terkontrol. Kami juga memberikan bantuan alat-alat pemadam kebakaran ringan seperti ember, selang, dan pompa air,” tutur Cahyo.
Menurut Cahyo, upaya ini berhasil mengurangi jumlah titik panas dan luasan lahan terbakar di Kaltim. Ia menyebutkan bahwa pada minggu lalu, ia sempat mengunjungi Kabupaten Mahakam Ulu dan melihat bahwa jalan-jalan daratnya sudah bersih dari asap.
“Di sana kami pantau ada titik panas, tapi ternyata itu adalah pembakaran lahan yang sudah dilaporkan ke kepala desa dan kecamatan. Jadi pembakaran lahan itu bisa diatur, tidak sekaligus. Luasannya juga tidak sampai satu hektar,” ungkap Cahyo.
Cahyo menambahkan bahwa petani ladang di Kaltim juga sudah mulai beralih ke pertanian yang lebih ramah lingkungan, seperti agroforestri, perkebunan, dan hortikultura. Ia berharap bahwa dengan saling berbagi pengalaman pertanian, BPBD Kaltim dan petani ladang bisa bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan lahan di daerah ini. (ags/adv)
