Home BPBD KALTIM BPBD Kaltim Siapkan Paket Khusus untuk Wanita Pengungsi Bencana

BPBD Kaltim Siapkan Paket Khusus untuk Wanita Pengungsi Bencana

0

AKSELERASI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan paket khusus untuk wanita pengungsi bencana, terutama yang sedang hamil atau baru melahirkan.

Koordinator Pusdalops BPBD Kaltim Cahyo Kristianto mengatakan, paket khusus ini berisi perlengkapan kebersihan dan kesehatan wanita, seperti pembalut, minyak angin, sabun mandi, dan sarung.

“Ada gender jadi tidak menutup kemungkinan yang namanya bencana itu ada wanita yang sedang hamil bahkan yang baru melahirkan jadi ini dipisah,” ujar Cahyo di Samarinda.

Ia mencontohkan, pada saat gempa dan tsunami Palu, ada pihak-pihak ketiga yang menyumbang pembalut, tetapi kebanyakan kadaluarsa. Hal ini tentu berbahaya bagi kesehatan wanita pengungsi.

“Jadi kami di sini logistik tahun ini mengadakan itu tuh kalau pakaian agak ribet kita ya kan apalagi pakai yang baru gitu kan atau apa jadi udahlah kita ambil aja sarung sudah begitu kan jadi dalam satu paket itu ada sarung ada sabun mandi ada perlengkapan untuk kebersihannya,” jelasnya.

Cahyo menambahkan, paket khusus ini dibuat dengan memperhatikan masa kadaluarsa pembalut, yang harus paling lama, yaitu dua tahun. Paket ini juga dibuat dengan anggaran yang terbatas, sehingga packaging-nya menggunakan goodie bag saja.

“Jadi itupun tidak banyak begitu kan kita bagi ke masing-masing kabupaten kota itu ya kurang lebih sekitar 80 paket aja tapi kan benar-benar ini untuk yang pengungsi dan ini sifatnya juga sangat lama lah begitu,” katanya.

Selain paket khusus untuk wanita, BPBD Kaltim juga menyiapkan paket lainnya, seperti tas tangguh bencana yang berisi alat-alat seperti P3K, alat kebersihan pasca bencana, seperti sapu lidi, dan paket balita yang berisi perlengkapan untuk bayi dan anak-anak.

Cahyo mengatakan, paket-paket ini disiapkan sebagai antisipasi bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi di Kaltim, seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan.

“Jadi ketika pemberian sop-nya pasti pakai seperti itu, tapi kalau kita karena anggaran ini harus kita bagi-bagi packaging-nya luar biasa ini kan akhirnya kita juga ya pakai goodie bag aja lah gitu dulu kan ibaratnya ada lambang gitu jadi begitu saja yang penting isinya pak kalau memang benar,” pungkasnya. (ags/adv)

Exit mobile version