Home BERITA KALTIM Daya Tampung SD di Bontang Capai 2.260 Siswa, Disdikbud Atur Rombel dan...

Daya Tampung SD di Bontang Capai 2.260 Siswa, Disdikbud Atur Rombel dan Kapasitas Kelas

0
Salah satu SD di Kota Bontang. (FOTO: Red/Akselerasi)

AKSELERASI, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menetapkan total daya tampung Sekolah Dasar (SD) untuk tahun ajaran 2026/2027 mencapai 2.260 siswa. Kuota tersebut tersebar di 30 sekolah negeri yang ada di seluruh wilayah kota. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan akses pendidikan.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Kota Bontang, Nuryadi Bachtiar, menjelaskan bahwa daya tampung disusun berdasarkan kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah. Setiap satuan pendidikan memiliki jumlah rombongan belajar (rombel) yang berbeda. Hal ini disesuaikan dengan jumlah pendaftar serta ketersediaan ruang kelas.

Secara umum, satu rombongan belajar diisi antara 28 hingga 32 siswa. Jumlah ini dianggap ideal untuk menjaga efektivitas proses pembelajaran. Dengan kapasitas tersebut, guru diharapkan dapat lebih fokus dalam membimbing siswa.

“Penentuan jumlah rombel dan kapasitas kelas sudah melalui perhitungan matang. Kami ingin memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga,” katanya.

Nuryadi Bachtiar menegaskan bahwa kebijakan ini juga mempertimbangkan pemerataan siswa di seluruh sekolah. Beberapa sekolah dengan jumlah peminat tinggi memiliki kapasitas lebih besar.

Sekolah-sekolah tersebut dapat membuka hingga tiga atau empat rombel dalam satu tingkat. Dengan demikian, daya tampung di sekolah tertentu bisa mencapai lebih dari 100 siswa.

Di sisi lain, terdapat pula sekolah yang hanya membuka satu rombel. Kondisi ini umumnya terjadi di wilayah dengan jumlah penduduk yang lebih sedikit. Meski demikian, Disdikbud memastikan kualitas layanan pendidikan tetap sama di setiap sekolah.

Perbedaan daya tampung antar sekolah menjadi strategi untuk menghindari penumpukan siswa di satu lokasi. “Kita berupaya mendistribusikan siswa secara merata. Sistem ini juga sejalan dengan kebijakan zonasi yang berlaku,” ujarnya.

Dengan total daya tampung mencapai 2.260 siswa, Disdikbud optimistis seluruh calon murid dapat tertampung. Penyesuaian terus dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pendaftar. Sekolah-sekolah dengan kapasitas lebih besar menjadi penyangga utama.

Selain itu, pengaturan daya tampung juga mempertimbangkan ketersediaan tenaga pendidik. Rasio guru dan siswa menjadi salah satu faktor penting. Hal ini untuk memastikan proses belajar berjalan optimal.

Nuryadi menambahkan, masyarakat diimbau untuk memilih sekolah sesuai domisili dan jalur pendaftaran yang tersedia. Transparansi dan pemerataan menjadi prinsip utama dalam penerimaan murid baru. Dengan perencanaan yang matang, Disdikbud Kota Bontang berharap proses penerimaan tahun ini berjalan lancar dan tertib. (adv/red)

Exit mobile version