Home BERITA KALTIM Disbun Kutim Fokus Kembangkan Kakao Melalui Program Magang 15 Hari

Disbun Kutim Fokus Kembangkan Kakao Melalui Program Magang 15 Hari

0

Banner Pemerintah Kabupaten Kutai Timurr

AKSELERASI, KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Perkebunan (Disbun) memprioritaskan pengembangan tiga komoditas unggulan daerah yakni kakao, aren, dan karet, sebagai upaya nyata mendukung visi dan misi Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi. Sepanjang tahun 2025 hingga November, fokus utama Disbun Kutim adalah pada komoditas kakao, mencakup bantuan bibit hingga pelatihan komprehensif.

Plt Kepala Disbun Kutim, Ii Sumirat, menjelaskan langkah-langkah strategis yang telah dilakukan, khususnya untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual kakao di tingkat petani.

Ii Sumirat mengungkapkan, Disbun telah menyalurkan bantuan berupa bibit dan pupuk kakao di tiga kecamatan prioritas, yaitu Kecamatan Busang, Karangan, dan Kaubun.

“Bantuan tersebut disebar di Kecamatan Kaubun yakni Desa Pengadan Baru, Karangan di Desa Karangan Ilir dan Busang di Desa Rantau Sentosa,” terang Ii Sumirat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Disbun Kutim Bukit Pelangi, Senin (24/11/2025).

“Khusus di Desa Rantau Sentosa, bantuan tersebut diarahkan untuk ekstensifikasi atau perluasan kebun kakao,” tambahnya.

Selanjutnya untuk langkah terobosan yang dilakukan Disbun Kutim adalah pelaksanaan program magang intensif selama 15 hari bagi petani di Karangan Ilir dan Pengadan Baru. Program ini tidak hanya bersifat pelatihan biasa, melainkan praktik langsung yang dirancang untuk menguasai seluruh rantai nilai kakao.

“Magang itu dalam artian seperti ini. Magang itu saya laksanakan selama 15 hari sampai tanggal 27 November 2025,” jelasnya.

Magang ini mencakup seluruh proses, mulai dari budidaya (sebelum panen), pasca panen (memetik dan menjemur kakao), hingga pengolahan biji kakao menjadi cokelat.

Pada hari terakhir program magang, petani akan dibekali keterampilan penting di era digital, yaitu pemasaran.

“Di situ juga ada satu hari untuk pemasarannya. Pemasarannya nanti dalam bentuk pembelajaran terhadap penggunaan media sosial untuk penjualan cokelatnya nanti, dari kakao yang sudah jadi cokelat,” pungkas Ii Sumirat.

Program magang 15 hari ini diharapkan dapat menghasilkan petani kakao yang mandiri, tidak hanya mampu berproduksi, tetapi juga menguasai aspek pengolahan dan pemasaran, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan mendukung perekonomian daerah. (Adv)

Exit mobile version