Home DPRD KALTIM Disdikbud Kaltim Bentuk Satgas Pencegahan Stunting Pada Satuan Pendidikan

Disdikbud Kaltim Bentuk Satgas Pencegahan Stunting Pada Satuan Pendidikan

0
Sub Koordinator Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Disdikbud Kaltim, Siti Aminah.

AKSELERASI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur (Disdikbud Kaltim) membentuk satuan petugas (satgas) pencegah stunting di seluruh satuan pendidikan terutama jenjang SMA dan SMK se-Kaltim. Langkah ini sebagai upaya untuk menekan dan mencegah naiknya angka stunting di 10 kabupaten dan kota se-Kaltim.

Sub Koordinator Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Disdikbud Kaltim, Siti Aminah menjelaskan bahwa, program tersebut akan melibatkan seluruh siswa untuk menjadi duta pencegahan stunting di lingkungannya masing-masing.

Ia menyatakan langkah ini sejalan dengan program nasional yang dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Siti Aminah mengungkapkan program ini bertujuan untuk mengubah pola hidup kurang sehatnya yang berpotensi menyebabkan stunting pada anak. “Kami menitikberatkan upaya pada siswa di SMA dan SMK sebagai target utama kampanye pencegahan stunting,” ujarnya.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, prevalensi stunting di Indonesia kini berada pada posisi 21,6 persen. Angka ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, yakni sebesar 2,8 persen.

Target yang harus dicapai pada 2024 adalah dengan menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen, dengan tenggat waktu 15 bulan. “Harapannya generasi masa depan ini tidak akan menjadi penyumbang stunting, dengan begitu generasi yang lahir dari ibu yang sehat dapat terwujud,” jelasnya.

Ia berharap seluruh peserta didik mampu menyampaikan informasi yang mudah dipahami oleh masyarakat di lingkungannya agar persoalan stunting dapat diminimalisir.

“Mereka berperan sebagai penyuluh dan penyebar informasi mengenai stunting kepada masyarakat, menjelaskan cara pencegahan serta dampaknya,” tandasnya. (Iw/Adv)

Exit mobile version