Home BPBD KALTIM Indonesia Rawan Bencana, BPBD Kaltim Upayakan Langkah Mitigasi

Indonesia Rawan Bencana, BPBD Kaltim Upayakan Langkah Mitigasi

0

Indonesia masuk urutan ketiga negara paling rawan bencana di dunia. Hal ini disebabkan oleh posisi geografisnya yang berada di kawasan Ring of Fire, jalur pertemuan lempeng tektonik aktif. Selain itu, Indonesia juga memiliki iklim tropis yang rentan terhadap bencana alam lainnya, seperti banjir, longsor, dan kekeringan.

“Indonesia bisa dikatakan supermarketnya jenis bencana karena semua jenis bencana ada di Indonesia,” kata Tresna Rosano, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim.

Data dari BPBD Kaltim menunjukkan, jumlah kejadian bencana di Indonesia cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2020, tercatat ada 5.003 kejadian bencana di seluruh Indonesia.

Peningkatan jumlah kejadian bencana ini tidak lepas dari faktor perubahan iklim. Perubahan iklim menyebabkan cuaca menjadi lebih ekstrem, sehingga risiko terjadinya bencana alam juga meningkat.

Untuk mengantisipasi bencana, BPBD Kaltim terus melakukan berbagai upaya, antara lain:

  1. Meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang mitigasi bencana.
  2. Membangun infrastruktur penanggulangan bencana, seperti jalur evakuasi dan tempat pengungsian.
  3. Meningkatkan kapasitas relawan dan tim penanggulangan bencana.

Meskipun berada di urutan ketiga negara paling rawan bencana, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam bidang penanggulangan bencana. Hal ini karena Indonesia memiliki sumber daya alam dan manusia yang melimpah.

Dengan kerja keras dan komitmen yang tinggi, Indonesia dapat menjadi negara yang lebih tangguh terhadap bencana.

Indonesia adalah negara yang rentan terhadap bencana. Namun, Indonesia juga memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam bidang penanggulangan bencana. Dengan kerja keras dan komitmen yang tinggi, Indonesia dapat menjadi negara yang lebih tangguh terhadap bencana. (ags/adv)

Exit mobile version