Home BERITA KALTIM Kades Kandolo Tegaskan Rainbow Slide Akan Jadi Magnet Wisata Baru, Pembangunan Terus...

Kades Kandolo Tegaskan Rainbow Slide Akan Jadi Magnet Wisata Baru, Pembangunan Terus Dikebut

0

Banner Pemerintah Kabupaten Kutai Timurr

AKSELERASI, KUTIM – Pemerintah Desa Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan, terus memperkuat sektor pariwisata dengan membangun wahana Rainbow Slide yang ditargetkan rampung pada akhir 2025. Kepala Desa Kandolo, Alimuddin, menegaskan bahwa proyek bernilai Rp750 juta ini merupakan bukti komitmen desa dalam menciptakan ikon wisata baru yang mampu menarik pengunjung sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Alimuddin menjelaskan bahwa pembangunan Rainbow Slide tidak berjalan mudah. Proyek yang dibiayai melalui skema cost sharing—menggabungkan Dana Desa, ADD, dan dana CSR perusahaan tambang—sempat terhambat akibat lambatnya pencairan CSR.

“Kendalanya itu karena ini cost sharing, gabungan antara Dana Desa, ADD dengan dana CSR dari perusahaan. Jadi terkadang dari perusahaan itu agak lambat, makanya tidak bisa kita laksanakan,” ujar Alimuddin saat diwawancarai di Hotel Royal Victoria Sangatta Utara, belum lama ini.

Menurutnya, keterlambatan tersebut membuat beberapa tahapan pembangunan berjalan lebih lambat dari rencana awal, termasuk pengerjaan runway prosotan yang dititipkan kepada PT Indomilco. Meski begitu, Alimuddin memastikan bahwa pekerjaan kini telah dimulai kembali dan pihaknya mengawal dengan ketat agar penyelesaian dapat tepat waktu.

“Material utama seperti rel dan perlengkapan lainnya sebenarnya sudah siap. Hambatannya hanya di runway yang terlambat dikerjakan. Tapi sekarang sudah jalan lagi, kami pastikan bisa selesai,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa dana desa memiliki batasan penggunaan yang ketat dari pemerintah pusat sehingga pengelolaannya tidak bisa dilakukan secara fleksibel. Hal ini membuat dukungan CSR menjadi sangat penting dalam proyek-proyek besar seperti Rainbow Slide.

“Dana Desa itu sebenarnya kami hanya terima angka. Tidak bisa lagi dikelola bebas karena peruntukannya sudah ditentukan. Jadi untuk wisata seperti ini, kami memang perlu CSR perusahaan,” jelasnya.

Meski menghadapi kendala, Alimuddin memastikan bahwa target penyelesaian tetap tidak berubah. Ia optimistis Rainbow Slide akan menjadi daya tarik baru yang kuat di kawasan wisata desa.

“Insyaallah tahun ini rampung itu Rainbow Slide-nya. Itu target kami, terutama untuk prosotannya. Kami ingin masyarakat lihat perubahan nyata,” katanya penuh keyakinan.

Rainbow Slide adalah bagian dari pengembangan kawasan wisata yang lebih besar. Desa Kandolo sebelumnya telah memiliki wisata sawah dan embung yang cukup diminati. Untuk memperkuat daya tarik kawasan, pemerintah desa menambah fasilitas seperti homestay, gazebo, kantor Pokdarwis, hingga gerai UMKM, dengan dukungan dari Dinas Pariwisata.

Alimuddin menegaskan bahwa pembangunan wisata desa merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan kerja sama semua pihak.

“Wisata ini tidak bisa dikerjakan satu pihak saja. Pemerintah desa, perusahaan, dinas pariwisata, dan masyarakat harus jalan bersama. Kalau semua bergerak, dampak ekonomi bagi desa akan besar,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa meski ada proyek sebelumnya yang gagal—seperti rencana kolam renang akibat kontraktor bermasalah—hal tersebut tidak menyurutkan semangat desa untuk terus mengembangkan wisata.

“Kami belajar dari pengalaman. Yang penting sekarang kita pastikan semua proses berjalan benar dan hasilnya bisa dinikmati masyarakat,” tuturnya. (ADV)

Exit mobile version