
AKSELERASI, KUTIM – Kawasan Polder Ilham Maulana mendadak ramai sejak pagi saat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 digelar pada Rabu (26/11/2025). Di antara berbagai layanan kesehatan yang disediakan, kampanye minum susu gratis dari Dinas Kesehatan Kutai Timur (Dinkes Kutim) menjadi salah satu kegiatan yang paling menyita perhatian. Pengunjung dari berbagai usia berbondong menuju stan susu dan menikmati minuman bergizi tersebut di sela rangkaian acara kesehatan lainnya.
Pembagian susu ini merupakan pengenalan awal program nasional “Makan Bergizi Gratis” yang diusung Presiden terpilih Prabowo Subianto. Program besar itu akan berjalan bertahap mulai 2025, dengan sasaran utama siswa PAUD hingga SMA/SMK, serta ibu hamil dan menyusui. Melalui kegiatan di HKN, pemerintah daerah ingin menumbuhkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya asupan bergizi sejak dini dan peran program tersebut dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda.
“Kampaye minum susu ini bagian dari upaya pemenuhan gizi masyarakat. Ini bagian dari program Presiden Prabowo Subianto,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, usai kegiatan.
Sumarno menekankan bahwa program bergizi tidak selalu harus berbasis susu. Pemerintah daerah diberikan keleluasaan menyesuaikan sumber gizi dengan potensi local food seperti tempe, tahu, ikan, telur, maupun kelor jika pasokan susu tidak mencukupi. Fleksibilitas ini dinilai penting agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa bergantung pada satu komoditas.
Pengunjung HKN tampak menikmati susu gratis sembari berkonsultasi dengan petugas kesehatan mengenai pola makan bergizi. Para orang tua mengaku senang karena kegiatan ini membantu anak-anak lebih akrab dengan makanan sehat. Tidak sedikit pula remaja dan dewasa yang menyempatkan diri mencicipi susu sambil mengikuti edukasi gizi yang diberikan petugas medis.
Dinkes Kutim menyampaikan bahwa kegiatan edukatif langsung seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya protein dan kalsium untuk pertumbuhan serta kesehatan jangka panjang. Pesan sederhana mengenai pola makan seimbang menjadi lebih mudah diterima ketika dibarengi dengan aktivitas nyata seperti minum susu bersama.
Sumarno memastikan bahwa Kutai Timur siap mendukung implementasi program “Makan Bergizi Gratis” pada 2025. Ia menilai langkah ini akan memperkuat upaya pencegahan stunting, anemia, hingga kekurangan gizi di wilayah tersebut.
“Yang terpenting adalah masyarakat mendapatkan gizi yang cukup, dari susu maupun sumber pangan lokal lainnya,” ujarnya menegaskan.
Melalui kampanye minum susu di HKN Ke-61 ini, pemerintah daerah berharap kesadaran gizi masyarakat semakin meningkat dan kebiasaan mengonsumsi makanan sehat dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Kutim. (ADV)