AKSELERASI, Bontang – Sistem penempatan siswa inklusi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kota Bontang pada SPMB 2026 dilakukan berdasarkan domisili calon peserta didik. Kebijakan ini bertujuan untuk mendekatkan akses pendidikan dengan tempat tinggal siswa.
Kepala SMP Negeri 1 Kota Bontang, Riyanto, menjelaskan bahwa dinas akan memetakan lokasi rumah calon siswa. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penentuan sekolah tujuan.
“Sistem ini membuat distribusi siswa menjadi lebih merata. Tidak ada lagi penumpukan pendaftar di sekolah tertentu,” ucapnya.
Riyanto menyebut bahwa masyarakat hanya perlu mengikuti proses pendaftaran yang telah disediakan. Seluruh proses selanjutnya ditangani oleh dinas.
Ia menambahkan bahwa sekolah tidak memiliki kewenangan untuk mengubah hasil penempatan. Semua keputusan bersifat final.
Dengan pendekatan berbasis domisili, siswa dapat bersekolah lebih dekat dari rumah. Hal ini juga membantu efisiensi waktu dan biaya transportasi.
Selain itu, sistem ini dinilai lebih adil karena mempertimbangkan kondisi geografis. Setiap siswa memiliki peluang yang sama untuk mengakses pendidikan.
“Kami pun diminta untuk siap menerima hasil penempatan tersebut. Termasuk dalam hal penyediaan layanan bagi siswa inklusi,” tutupnya. (red/adv)
