AKSELERASI.id, Samarinda – Limbah mesokarp kelapa sawit berpeluang diubah menjadi material untuk membantu menangani tumpahan minyak. Melalui pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa-Riset Eksakta (PKM-RE) Tahun 2026, mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) melakukan riset untuk mengembangkan selulosa ester stearate. Yakni material adsorben yang dirancang bersifat hidrofobik-oleofilik –menolak air sekaligus menyerap minyak.
Tim riset ini terdiri dari Rafa Hasna Aurelia sebagai ketua, serta Anjasmoro, Erinda Aulia Valentine, Andi Salsa Maulida, dan Muhammad Alief Alfaridzy sebagai anggota.
Zainal Arifin, S.T., M.Eng., dosen pembimbing di riset ini, menjelaskan jika material tersebut dibuat dengan memanfaatkan mesokarp kelapa sawit sebagai sumber selulosa. “Selulosa kemudian dimodifikasi melalui rekayasa proses kimia menggunakan asam stearat untuk meningkatkan sifat hidrofobiknya,” katanya.
Hasil pengujian laboratorium, terang Zainal Arifin, menunjukkan material yang dihasilkan memiliki kapasitas adsorpsi minyak. Jumlahnya sebesar 1,138 gram per gram adsorben. “Dengan kata lain, pada kondisi pengujian yang dilakukan, setiap satu gram adsorben mampu menyerap sekitar 1,138 gram minyak,” ulasnya.

Tidak berhenti pada kemampuan menyerap minyak. Zainal Arifin mengatakan, riset ini juga menguji apakah material dapat digunakan kembali. “Setelah menyerap minyak, adsorben menjalani proses pemulihan dan digunakan kembali hingga enam siklus,” akunya.
“Pada penggunaan kembali siklus keenam, material masih mempertahankan 93,4 persen dari kapasitas adsorpsi awal,” timpal Zainal Arifin.
Sementara itu, Rafa Hasna Aurelia, ketua tim riset, menyatakan temuan tersebut membuka peluang pemanfaatan limbah agroindustri menjadi material fungsional. Sekaligus menawarkan pendekatan pemanfaatan limbah yang sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular.
“Mesokarp kelapa sawit yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi material dengan karakteristik permukaan yang sesuai untuk aplikasi adsorpsi minyak,” jelasnya.
Meski begitu, Rafa menyatakan, hasil ini belum dapat langsung diposisikan sebagai solusi siap pakai untuk tumpahan minyak di lapangan. “Pengujian yang dilakukan masih berbasis kondisi laboratorium,” terangnya.
“Tahap berikutnya masih diperlukan untuk menguji material pada berbagai jenis minyak, mengevaluasi kinerjanya di kondisi perairan nyata, serta melihat stabilitas dan efektivitasnya setelah lebih banyak siklus penggunaan,” imbuh Rafa.
Di lain sisi, ia menegaskan, riset ini menunjukkan bahwa limbah mesokarp sawit tidak hanya dapat dipandang sebagai residu. Tetapi juga sebagai bahan baku untuk mengembangkan material fungsional.
“Dengan hasil awal yang menunjukkan kemampuan menyerap minyak dan mempertahankan kinerja setelah penggunaan berulang, selulosa ester stearat menjadi kandidat yang masih perlu dikembangkan dan diuji lebih jauh sebelum dapat dinilai kelayakannya untuk aplikasi nyata,” tandas Rafa. (*)
Tim Riset:
Rafa Hasna Aurelia (Ketua), Anjasmoro, Erinda Aulia Valentine, Andi Salsa Maulida, Muhammad Alief Alfaridzy
Dosen Pembimbing: Zainal Arifin, S.T., M.Eng.