Home BERITA KALTIM Eko Roni Saputra Buka-Bukaan: MMA Indonesia Maju, Tapi Masih Punya PR

Eko Roni Saputra Buka-Bukaan: MMA Indonesia Maju, Tapi Masih Punya PR

0
Eko Roni Saputra Buka-Bukaan: MMA Indonesia Maju, Tapi Masih Punya PR
Eko Roni Saputra menyoroti kompetisi, pelatih, nutrisi, sparring partner hingga manajemen atlet. (Foto: Dok. Pribadi)

AKSELERASI.ID – Mixed Martial Arts alias MMA di Indonesia dinilai Eko Roni Saputra berkembang jauh lebih pesat dibandingkan ketika dirinya pertama kali menekuni olahraga bela diri campuran tersebut. Namun, petarung asal Kalimantan Timur itu melihat perkembangan tersebut masih perlu dibarengi pembenahan ekosistem agar atlet Indonesia mampu tampil lebih konsisten di level internasional.

Pandangan itu disampaikan Roni berdasarkan pengalaman panjangnya sebagai atlet. Sebelum menekuni MMA, ia lebih dulu berkarier sebagai pegulat nasional dan meraih tiga medali emas PON secara beruntun.

Roni kemudian menjalani perjalanan profesional di Singapura, termasuk sekitar lima tahun berlatih di Evolve MMA. Pengalaman tersebut membuatnya melihat langsung perbedaan antara lingkungan latihan dan kompetisi di Indonesia dengan ekosistem MMA profesional di luar negeri.

“Kalau saya lihat, perkembangannya MMA di Indonesia sangat pesat dan jauh lebih maju,” ujar Roni.

Meski mengakui perkembangan tersebut, Roni menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi. Salah satunya adalah ketersediaan kompetisi lokal yang dinilai belum cukup untuk memberikan jam terbang kepada atlet.

Menurut dia, semakin banyak pertandingan berkualitas di dalam negeri akan memberikan kesempatan bagi petarung untuk menguji kemampuan sekaligus membangun rekam jejak sebelum melangkah ke panggung internasional.

“Bagaimana kita bisa dilirik promotor luar negeri,” katanya.

Kompetisi Lokal Jadi Modal Naik Kelas

Bagi Roni, kemampuan bertarung bukan satu-satunya modal untuk membawa atlet Indonesia ke level dunia.

Petarung membutuhkan pertandingan secara berkelanjutan agar terbiasa menghadapi tekanan kompetisi sekaligus mengetahui sejauh mana kemampuan mereka ketika berhadapan dengan lawan sebenarnya.

Karena itu, kompetisi lokal menurutnya memiliki fungsi penting sebagai ruang pembentukan atlet. Dari pertandingan tersebut, petarung dapat mengumpulkan pengalaman sebelum menghadapi persaingan dengan standar yang lebih tinggi.

Roni juga menyoroti kualitas dan pengalaman pelatih. Menurutnya, Indonesia masih membutuhkan lebih banyak pelatih yang pernah menjalani pengalaman latihan di luar negeri dan dapat membawa pengetahuan tersebut kembali ke Tanah Air.

Pengalaman tersebut dinilai dapat membantu memperluas pemahaman mengenai metode latihan, persiapan pertandingan hingga standar yang diterapkan dalam lingkungan MMA profesional.

Teknik Saja Tak Cukup

Persoalan lain yang menjadi perhatian Roni adalah kesiapan fisik dan nutrisi atlet.

Menurut dia, sejumlah petarung Indonesia sudah memiliki kemampuan teknik yang baik. Namun, kemampuan tersebut perlu ditopang kondisi fisik yang memadai agar dapat dipertahankan ketika menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi.

Conditioning dan pemenuhan kebutuhan nutrisi, menurut Roni, menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari proses pembentukan atlet.

Artinya, peningkatan kualitas atlet tidak cukup hanya dilakukan melalui latihan teknik. Persiapan fisik dan pola nutrisi juga perlu menjadi bagian dari sistem pembinaan.

Dengan persiapan yang lebih menyeluruh, atlet diharapkan mampu menjaga performa ketika menghadapi pertandingan dengan level persaingan yang lebih tinggi.

Sparring Partner Masih Jadi PR

Roni juga melihat persoalan pada lingkungan latihan, khususnya ketersediaan sparring partner dengan kualitas dan gaya bertarung yang beragam.

Menurutnya, petarung yang ingin menembus level internasional perlu terbiasa menghadapi berbagai karakter lawan. Hal tersebut penting agar atlet tidak hanya mengandalkan pengalaman menghadapi gaya bertarung yang sama.

Keragaman partner latihan juga dapat membantu petarung mempersiapkan diri ketika bertemu lawan dari negara lain yang memiliki karakter permainan berbeda.

Pengalaman menghadapi variasi gaya bertarung tersebut menjadi salah satu bagian yang menurut Roni penting dalam proses menuju level internasional.

Lima Tahun di Singapura Bentuk Mental Roni

Pandangan Roni terhadap ekosistem MMA tidak terlepas dari pengalaman pribadinya selama berada di Singapura.

Ia menghabiskan sekitar lima tahun berlatih di Evolve MMA setelah sebelumnya hanya menjalani latihan di luar negeri dalam waktu relatif singkat ketika masih menjadi atlet amatir.

Bagi Roni, pengalaman tersebut bukan hanya soal meningkatkan teknik bertarung. Ia juga merasakan proses pembentukan fisik, mental dan profesionalisme sebagai atlet.

“Saya benar-benar merasakan suka duka hidup di luar, pembentukan mentalnya,” kata Roni.

Pengalaman panjang di Singapura kemudian menjadi bagian dari bekalnya ketika memasuki lingkungan kompetisi profesional.

Atlet Butuh Ekosistem, Bukan Cuma Arena

Roni menilai persoalan atlet Indonesia tidak berhenti pada kualitas latihan dan pertandingan.

Dukungan promotor, manajemen karier dan kepastian finansial juga menjadi bagian dari ekosistem yang perlu diperhatikan.

Menurutnya, atlet membutuhkan kondisi yang memungkinkan mereka fokus menjalani latihan dan mempersiapkan pertandingan. Jika dukungan di luar arena belum memadai, persoalan tersebut berpotensi ikut memengaruhi proses persiapan seorang petarung.

Karena itu, perkembangan MMA Indonesia menurut Roni membutuhkan pembenahan secara menyeluruh.

Kompetisi perlu terus berjalan, pengalaman pelatih diperluas, kualitas sparring partner ditingkatkan, sementara dukungan promotor dan manajemen juga perlu berkembang mengikuti kebutuhan atlet.

Pengalaman Roni selama bertahun-tahun berlatih di Singapura membuatnya melihat bahwa perjalanan menuju panggung internasional bukan hanya persoalan kemampuan individu.

“Kemampuan atlet adalah fondasi. Tetapi untuk membawa petarung Indonesia tampil konsisten di panggung internasional, fondasi tersebut perlu ditopang kompetisi, pengalaman, kualitas latihan, nutrisi, manajemen, serta dukungan profesional yang berjalan bersama,” tandasnya.

(red)

Exit mobile version