Home BERITA KALTIM Disbun Kutim Siap Gaet Pabrik Ban untuk Serap Karet Petani

Disbun Kutim Siap Gaet Pabrik Ban untuk Serap Karet Petani

0

Banner Pemerintah Kabupaten Kutai Timurr

AKSELERASI, KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Perkebunan (Disbun) terus berupaya mencari solusi untuk masalah pemasaran komoditas karet yang menjadi kendala utama petani saat ini. Plt Kepala Disbun Kutim, Ii Sumirat, menyatakan bahwa pihaknya fokus untuk menghidupkan kembali potensi karet, terutama di dua kecamatan yang memiliki potensi besar.

Ii Sumirat menjelaskan bahwa potensi karet di Kutim sebenarnya sangat besar, khususnya di Kecamatan Long Mesangat dan Batu Ampar. Namun, kendala yang dihadapi saat ini adalah pembeli karet atau akses pemasaran yang terbatas.

“Nah, karet, lagi-lagi kami harus berjibaku dengan pemasarannya. Kalau karet kan ada potensi. Sebenarnya potensi kita yang besar itu di dua kecamatan, di Kecamatan Long Mesangat dan Batu Ampar. Sekarang kan yang jadi kendala ini pembelinya,” ujar Ii Sumirat.

Untuk mengatasi masalah ini, Disbun Kutim telah mengambil langkah koordinasi dan berencana menjalin kembali kerja sama langsung dengan pabrik. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi pemasaran hasil karet petani.

Pabrik Ban Michelin yang berlokasi di Palaran Samarinda Seberang disebut-sebut sebagai mitra potensial yang akan diajak kerja sama. Sebelumnya, kerja sama dengan pabrik tersebut sempat terhenti.

“Nah, kemarin terakhir saya juga sudah koordinasi, insyaallah kita akan langsung kerja sama lagi dengan pabrik. Kemarin kan sempat terhenti,” jelasnya.

Ii Sumirat menambahkan bahwa dalam waktu dekat, Disbun akan segera merancang ulang mekanisme kerja sama tersebut. Tidak hanya untuk daerah yang sudah pernah bekerja sama, rencana ini juga akan mencakup Kecamatan Batu Ampar yang saat ini belum memiliki skema kerja sama pemasaran.

Ii Sumirat mengungkapkan kekhawatiran jika masalah pemasaran karet terus berlanjut, petani dapat beralih komoditas dari karet ke kelapa sawit. Sawit sendiri saat ini telah menjadi komoditas besar di Kutim.

“Pelan-pelan akan dikerjasamakan. Saya takutnya juga karet ini berubah komoditi, jadi komoditi sawit. Kalau sawit kan sudah lumayan besar,” katanya.

Pihaknya berharap agar Kutim memiliki tiga hingga empat komoditas unggulan di masa depan, tidak hanya bergantung pada kelapa sawit. Selain karet, Ii Sumirat mengisyaratkan akan ada dua komoditas lain yang akan didorong untuk menjadi unggulan daerah ke depannya. (Adv)

Exit mobile version