AKSELERASI.ID – Lomba Domino Laskar Merah Putih berlangsung dalam suasana yang jauh dari kesan formal. Tidak ada jarak jabatan, tidak ada sekat status sosial. Para kader dan simpatisan duduk mengelilingi meja yang sama, memainkan kartu, bercanda, dan sesekali saling menguji strategi.
Di tempat itu, domino bukan cuma permainan.
Bagi Laskar Merah Putih (LMP) Markas Cabang Kota Samarinda, permainan tersebut menjadi cara sederhana untuk mempertemukan jajaran, kader, dan simpatisan dalam suasana yang lebih cair sekaligus merawat persaudaraan dan kekompakan organisasi.
Lomba domino yang digelar Sabtu, 12 September 2026, itu diikuti jajaran, kader dan simpatisan LMP se-Kota Samarinda.
Ketua Markas Cabang LMP Kota Samarinda, Dwi Ferdhian, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang bagi anggota untuk berinteraksi tanpa suasana organisasi yang terlalu formal.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Bagi Dwi, justru dalam suasana santai seperti itulah komunikasi antaranggota dapat terbangun lebih dekat.
“Di atas meja domino, tidak ada sekat status sosial, jabatan, atau latar belakang. Semuanya duduk setara, saling mengobrol, bercanda, dan mempererat tali persaudaraan serta kekompakan sesama kader Laskar Merah Putih,” ujarnya.
Ketika Jabatan Berhenti di Pinggir Meja
Ada sesuatu yang menarik dari permainan sederhana seperti domino.
Ketika kartu mulai dibagikan, jabatan seolah tertinggal di luar meja. Yang menentukan langkah berikutnya bukan posisi seseorang dalam organisasi, melainkan bagaimana ia membaca permainan.
Kondisi tersebut dinilai Dwi memiliki relevansi dengan kehidupan berorganisasi.
Menurutnya, peserta tidak hanya belajar memenangkan pertandingan. Mereka juga berhadapan dengan aturan, harus bermain jujur, menerima hasil ketika kalah dan tidak berlebihan ketika memperoleh kemenangan.
Sportivitas, kata dia, merupakan nilai yang juga penting dibawa dalam kehidupan organisasi.
Kemenangan tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan kerendahan hati. Sebaliknya, kekalahan bukan alasan untuk menyalahkan keadaan.
Di situlah permainan domino memiliki cerita yang lebih panjang daripada sekadar kartu yang disusun di atas meja.
Kartu Buruk Bukan Berarti Kalah
Dwi bahkan melihat ada filosofi sederhana yang bisa dipetik dari kartu-kartu domino.
Tidak ada pemain yang bisa memilih kartu yang akan diterimanya sejak awal. Ada kalanya kartu yang datang terasa menguntungkan, tetapi tidak jarang pula pemain harus menghadapi kombinasi yang kurang ideal.
Situasi itu, menurut Dwi, mirip dengan kehidupan.
Manusia tidak selalu dapat memilih kondisi, kesempatan maupun tantangan yang datang. Tetapi seseorang masih memiliki ruang untuk menentukan bagaimana menghadapi keadaan tersebut.
“Kadang kita mendapat kartu bagus, kadang mendapat kartu yang buruk. Kemenangan tidak melulu ditentukan oleh kartu yang bagus, melainkan bagaimana cara kita memainkannya,” katanya.
Pesan tersebut menjadi salah satu filosofi yang ingin dibawa dari permainan ke kehidupan nyata.
Kartu yang buruk bukan otomatis tanda kekalahan. Selama strategi tepat, kepala tetap dingin dan setiap keputusan diperhitungkan, peluang untuk bertahan bahkan memenangkan permainan tetap terbuka.
Begitu pula dalam kehidupan.
Seseorang mungkin tidak memulai dari kondisi terbaik. Namun, cara memainkan kesempatan yang dimiliki bisa menjadi pembeda.
Yang Kecil Bisa Menentukan Hasil
Domino juga mengajarkan bahwa sesuatu yang terlihat sederhana belum tentu tidak penting.
Sebuah kartu yang tampak kecil bisa menjadi penentu arah pertandingan. Begitu pula sebuah langkah yang awalnya dianggap sepele dapat mengubah hasil akhir.
Dwi mengaitkan filosofi itu dengan kehidupan sosial dan organisasi.
Menurutnya, orang maupun hal yang sering dianggap kecil tidak selamanya memiliki peran kecil. Dalam situasi tertentu, justru dari sesuatu yang tidak terlalu diperhitungkan dapat muncul kontribusi yang menentukan.
Cara pandang tersebut menjadi relevan bagi organisasi yang memiliki banyak karakter dan latar belakang anggota.
Setiap orang dapat memainkan perannya masing-masing. Tidak harus selalu menjadi yang paling menonjol untuk memberikan dampak.
Dari Meja Domino ke Kehidupan Organisasi
Karena itu, tujuan lomba domino LMP Samarinda tidak berhenti pada mencari siapa yang menjadi pemenang.
Yang lebih penting adalah apa yang terjadi selama pertandingan berlangsung.
Percakapan yang muncul di antara kader, candaan yang mencairkan suasana, hingga persaingan kecil di meja pertandingan menjadi bagian dari proses membangun kedekatan.
Bagi Dwi, komunikasi semacam itu penting untuk menjaga soliditas internal LMP Samarinda.
Ia berharap suasana kebersamaan yang tercipta dalam pertandingan tidak berhenti ketika kartu dikumpulkan dan meja dibersihkan. Semangat tersebut diharapkan ikut terbawa dalam aktivitas organisasi sehari-hari.
Dengan begitu, lomba domino dapat menjadi lebih dari sekadar agenda hiburan.
Ia menjadi ruang untuk belajar menerima perbedaan, menghargai lawan, menjaga sportivitas, dan memahami bahwa setiap orang memiliki peran dalam sebuah permainan—termasuk dalam permainan bernama organisasi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Pembina LMP Macab Samarinda Viktor Yuan, Ketua Penasihat LMP Macab Samarinda Arie Wibowo, Ketua Harian LMP Samarinda, Virdy Kurniawan serta anggota dan simpatisan LMP se-Kota Samarinda.
Pada akhirnya, mungkin itulah pesan paling sederhana dari meja domino tersebut.
Kita tidak selalu bisa memilih kartu yang diberikan. Tetapi kita masih bisa memilih bagaimana kartu itu dimainkan.




