AKSELERASI, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik dasar sekolah, tetapi juga mendorong revitalisasi menyeluruh yang mencakup berbagai aspek penunjang pembelajaran. Hal ini tercermin dari usulan 26 sekolah yang diajukan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Kota Bontang, Nuryadi Bachtiar, menjelaskan bahwa kebutuhan tiap sekolah berbeda-beda, sehingga jenis revitalisasi yang diajukan pun disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Pendekatan ini diambil agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
Menurutnya, beberapa sekolah membutuhkan rehabilitasi ruang kelas karena kondisi bangunan yang mulai mengalami penurunan kualitas. Sementara sekolah lainnya lebih membutuhkan peningkatan fasilitas penunjang seperti perpustakaan, laboratorium, dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
“Hingga saat ini masih dalam tahap pengajuan. Kami menyesuaikan usulan dengan kebutuhan masing-masing sekolah yang tercatat dalam Dapodik,” ujarnya, Senin (30/3/2026) kemarin.
Sebanyak 17 Sekolah Dasar (SD) yang diajukan meliputi SD Nurul Iman, SD Galilea, SD Muhammadiyah Bontang, SD YPPI Bontang, SD Negeri 002 Bontang Barat, SD Darul Ulum Bontang, SD Negeri 010 Bontang Selatan, SD Sumber Kasih Bontang, SD Santa Theresia Bontang, SD Negeri 001 Bontang Selatan, SD Negeri 002 Bontang Selatan, SD Advent Bontang, SD Islam YPL Bontang, SD Negeri 016 Bontang Selatan Kecil, SD Negeri 008 Bontang Utara, SD Negeri 007 Bontang Selatan, serta SD Negeri 005 Bontang Utara.
Sementara itu, untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) terdiri dari SMP YPK Monamas Bontang, SMP Bahrul Ulum Bontang, SMP Islam Arriyadh Bontang, SMP Negeri 6 Bontang, SMP Negeri 9 Bontang, SMP Advent Bontang, SMP Islam Terpadu Yabis Bontang, SMP Negeri 4 Bontang, dan SMP Negeri 5 Bontang.
Tidak hanya ruang belajar, revitalisasi juga menyasar fasilitas penting lainnya seperti laboratorium untuk menunjang pembelajaran sains, perpustakaan sebagai pusat literasi, serta kantin sekolah yang sehat dan layak bagi siswa.
“Dengan perencanaan yang matang, haraoan kita program ini mampu meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga pengalaman belajar siswa di sekolah,” tutupnya. (red/adv)




