26 C
Samarinda
Rabu, Juli 28, 2021

Buy now

spot_img

Filmmaker Kelahiran Samarinda Jadi Mentor di Luar Kota

AKSELERASI.ID – Citra Film School –dulu dinamakan Kursus Pengetahuan Umum (KPU) Sinematografi– telah melahirkan ribuan sineas muda dari pelbagai kalangan. Berdiri sejak 1978, Citra Film School berlokasi di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jalan HR Rasuna Said, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Kota Jakarta.

Sampai pada 2016, terdapat lebih dari 7000 lulusan yang berasal dari 500 angkatan. Alumninya pun telah menyebar ke berbagai bidang pekerjaan antara lain Production House (PH), perusahaan periklanan, stasiun televisi nasional dan daerah, pengajar di institusi pendidikan, bekerja di pemerintah pusat dan daerah, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah.

Salah satu alumni yang berhasil menjadi seorang filmmaker adalah Nick Julio Siahaan. Dia juga kembali ke almamaternya sebagai pengajar khusus teknik pembuatan film pendek.

Pria kelahiran Samarinda, 16 Juli 1993 ini, mulai bergabung ke Citra Film School sejak 2018 sebagai pelatih atau pengajar bersama kru lainnya. Menjadi seorang pengajar merupakan bentuk kecintaannya pada dunia perfilman dan sharing keilmuan.

“Saya di sini di Citra Film School itu bekerja di bidang kependidikan sekaligus juga saya mengajar khusus kelas di film singkat (pendek),” ucap Nick disela kegiatan mengajarnya di Citra Film School Gedung Perfilman Usmar Ismail Lantai 5, Jalan Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan.

Suasana pelatihan pembuatan film pendek di Citra Film School Jakarta. (FOTO: Ist)

Tujuan dibentuknya Kursus perfilman ini, kata Nick, sebagai tempat pengembangan sumber daya manusia perfilman yang berkualitas yang mampu membuat karya film dan siap memasuki industri film.

Untuk menjadi film maker, pesan Nick, peserta harus terus berkarya membuat film sehingga terlatih bukan sekadar menguasai teori. “Kalau mau jadi film maker harus terus bikin film supaya terlatih karena kita bukan pekerjaan yang berbasis teori saja tapi praktik bisa karena biasa,” tutur Nick.

Eks scrift kontiniti di sinetron Tukang Bubur Naik Haji ini mengungkapkan, memahamkan para peserta kursus bahwa tidak ada film bagus atau jelek yang ada adalah film yang dibuat secara benar atau tidak. Di tempat inilah, para peserta diajarkan cara membuat film pendek yang benar. “Film itu harus benar misalnya pengambilan gambar harus benar, menulis ceritanya juga benar, karena jelek bagus itu relatif, kembali ke penontonnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Sanib, salah satu peserta Kursus mengaku kursus ini efektif dalam tempo singkat hanya satu setengah bulan sudah mampu membuat film pendek terutama untuk menunjang pekerjaannya sebagai guru. “Saya seorang guru saya mengarah bagaimana siswa butuh media pembelajaran baru yang disajikan dalam bentuk film pendek,” jelasnya.

Di Citra Film School, ia banyak memperoleh ilmu baik teori dan praktik bagaimana membuat film pendek yang baik dan benar. Materi yang diberikan dalam kursus tersebut antara lain cara mengubah ide menjadi skenario, manajemen produksi, penyutradaraan, tata kamera, tata suara, editing. Nama Citra di Citra Film School mengacu pada nama Piala Citra pada Festival Film Indonesia (FFI) sebagai lambang supremasi kreativitas di bidang film di Indonesia. Program-program pada lembaga pendidikan ini diharapkan mampu meningkatkan mutu kreatifitas insan perfilman Indonesia. (*)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
2,875PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles