Baca Juga

spot_img

Dinkes Kaltim Imbau OPD Tegas Terapkan Kawasan Tanpa Rokok

AKSELERASI – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) mendorong implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkungan pemerintah provinsi Kaltim.

Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Rabu, mengatakan bahwa pihaknya mengimbau kepada OPD di lingkungan pemerintah provinsi Kaltim untuk mempelopori penerapan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2017 tentang KTR, agar menjadi teeladan bagi 10 kabupaten dan kota.

“Perda ini sudah ada sejak tahun 2017, tetapi masih banyak OPD yang belum menerapkannya dengan baik. Padahal, perda ini sangat penting untuk melindungi kesehatan masyarakat dari bahaya asap rokok,” ujarnya.

Menurut Jaya, ada beberapa tantangan dalam penerapan KTR di OPD, antara lain kurangnya komitmen pimpinan dan pegawai yang merokok dan tidak adanya satuan tugas (satgas) KTR.

Kemudian tantangan lain, tidak adanya sanksi atau penghargaan bagi OPD yang melaksanakan atau melanggar perda, tidak adanya area merokok yang sesuai dengan aturan perda, dan kurangnya penanda KTR.

“Kami berharap OPD bisa lebih sadar untuk menerapkan KTR di tempat kerjanya. Kami juga akan memberikan bimbingan dan pengawasan agar OPD bisa menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, bersih, dan sehat,” katanya.

Ia melanjutkan, setiap tahun pemerintah provinsi Kaltim memberikan penghargaan kepada OPD yang telah menerapkan KTR dengan baik.

Tahun lalu, ujar Jaya, OPD yang mendapatkan penghargaan adalah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Rumah Sakit Jiwa Atma Husada, dan Badan Kepegawaian Daerah. Penghargaan tersebut diserahkan pada Hari Kesehatan Nasional di bulan November.

“Di tahun 2023 ini, kami berharap akan ada lebih banyak OPD yang bisa menerapkan KTR sesuai dengan peraturan yang berlaku. Target kami adalah 100 persen atau 48 OPD telah menerapkan KTR di provinsi Kalimantan Timur,” tuturnya.

Jaya juga mengajak masyarakat untuk mendukung program KTR dengan meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap dampak buruk asap rokok.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak merokok di tempat-tempat umum yang telah ditetapkan sebagai KTR dan menegur orang-orang yang melanggar aturan tersebut.

Pihaknya juga mengapresiasi komunitas- komunitas yang peduli dengan isu KTR dan berperan aktif dalam mensosialisasikan dan mengadvokasi program ini.

“Kami berharap komunitas-komunitas ini bisa semakin berkembang dan bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan Kalimantan Timur bebas asap rokok,” tutup Jaya. (ags/adv)

spot_img

Yuk Baca Juga

spot_img

Berita Terkait