spot_img

Respon Kondisi APAR yang Buruk, Tim PkM Polnes Beri Edukasi Perawatannya

AKSELERASI – Cara untuk memeriksa sekaligus merawat Alat Pemadam Api Ringan (APAR) ternyata tidak mudah. Butuh pemahaman mendasar agar alat tersebut siap digunakan saat kondisi darurat. Hal inilah yang disampaikan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) di Sekolah Dasar (SD) Islam Khasanah, Jalan Pesantren, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Rabu (29/7/2026).

Di sana, tim PkM Polnes tak sekadar memberikan sosialisasi. Namun juga edukasi serta pelatihan. Khususnya kepada para dewan guru SD Islam Khasanah. Tim PkM Polnes ini sendiri dipimpin Ir. Yuli Patmawati, S.T., M.Eng., Ph. D., IPM selaku ketua tim PkM Polnes.

Katanya, kegiatan ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada para dewan guru SD Islam Khasanah jika menyediakan APAR saja tidak cukup. “Perawatan yang benar diperlukan agar alat dapat berfungsi dengan baik dalam situasi darurat,” katanya.

Bagi Yuli Patmawati, banyak fasilitas umum dan pemukiman warga memiliki APAR. Namun, sebagian besar kondisinya buruk. Ia mencontohkan, banyak kasus di mana tekanan gas telah turun atau ragum cairan telah menggumpal. Kondisi ini terjadi lantaran APAR tidak diperiksa. “Ini sangat berbahaya dalam situasi darurat,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, para dewan guru SD Islam Khasanah diberitahu tentang langkah-langkah praktis perawatan APAR. Misalnya, pemeriksaan tekanan (Pressure Gauge). Cara itu dilakukan untuk memastikan jarum penunjuk tekanan selalu berada di zona hijau.

Lalu pemeriksaan kondisi fisik APAR. Yakni dengan cara memeriksa segel dan pin pengaman. Cara itu dilakukan untuk memastikan jika selang tidak retak atau tersumbat.

Selain itu, para dewan guru SD Islam Khasanah diajarkan bagaimana cara membalikkan tabung APAR. “Cara itu agar media di dalam tabung tidak mengendap atau mengeras. Jadi harus dibalikkan tabung APAR bubuk kering (bubuk kimia kering) sebulan sekali,” terang Yuli Patmawati.

Cara lainnya yang disampaikan tim PkM Polnes adalah soal penempatan yang tepat. “APAR harus ditempatkan di lokasi yang mudah dilihat, dijangkau, dan terlindung dari sinar matahari langsung dan kelembapan tinggi,” urainya.

Menariknya, dalam proses kegiatan itu, Yuli Patmawati juga melakukan sesi simulasi interaktif selain materi teori. Di mana para dewan guru SD Islam Khasanah diajarkan melakukan simulasi pemadaman api menggunakan metode PASS –Pull, Aim, Squeeze, and Sweep.

“Mereka dilatih secara langsung untuk mengevaluasi kondisi fisik APAR,” ulasnya.

Yuli Patmawati berharap, lewat kegiatan ini, para dewan guru SD Islam Khasanah didorong untuk selalu ingat pentingnya kesadaran akan keselamatan

kebakaran. “Pemaham itu untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tanggap bencana. Jadi perawatan APAR rutin diharapkan menjadi budaya baru di masyarakat. Khususnya di SD Islam Khasanah,” ucapnya.

Sementara itu, PkM Polnes ini mendapat respon positif para dewan guru SD Islam Khasanah. Hal itu sejalan dengan apresiasi Abdul Azis Ihftori, S.Pd, sebagai perwakilan dari SD Islam Khasanah. “Pengajaran seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya elemen pemeliharaan preventif. Karena selama ini sering diabaikan,” ungkapnya .

Abdul Azis Ihftori juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim PkM Polnes serta seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini. “Terima kasih juga kepada para peserta yang telah meluangkan waktunya untuk mengikuti kegiatan pelatihan ini,” ujarnya. (*)

  Yuk Gabung ke Channel WhatsApp Akselerasi.id!

spot_img

Yuk Baca Juga

spot_img

Berita Terkait