spot_img

Eko Roni Saputra, Dari Pegulat Kaltim ke Petarung MMA Internasional

AKSELERASI.ID – Eko Roni Saputra tidak mengenal MMA sebagai titik awal perjalanan hidupnya sebagai atlet. Sebelum namanya muncul di panggung pertarungan profesional, tubuhnya lebih dulu ditempa di atas matras gulat.

Dari sana, atlet asal Kalimantan Timur tersebut membangun reputasi sebagai pegulat nasional. Tiga medali emas PON secara berturut-turut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan kariernya. Setelah itu, Roni beberapa kali memperkuat Indonesia di SEA Games hingga Asian Games.

Namun, justru setelah melewati perjalanan panjang sebagai pegulat, sebuah tawaran tak terduga mengubah arah kariernya.

Tawaran itu datang setelah Asian Games. Sebuah gym besar di Singapura mengajaknya meninggalkan dunia gulat dan mencoba olahraga yang ketika itu belum terlalu dikenalnya: Mixed Martial Arts (MMA).

Alih-alih langsung menerima, Roni malah curiga.

Bagaimana tidak? Ia memang memiliki pengalaman sebagai atlet gulat, tetapi dunia MMA masih terasa asing. Tawaran untuk berlatih di luar negeri pun awalnya terdengar seperti sesuatu yang sulit dipercaya.

“Ya, betul sebelumnya saya atlet gulat Kaltim dan tim nasional. Saya medali emas tiga kali PON berturut-turut dan saya beberapa kali bertanding SEA Games,” ujar Roni saat ditemui awak media.

Tawaran yang Sempat Dikira Penipuan

Keraguan tidak membuat Roni langsung menutup pintu.

Setelah mempertimbangkan kesempatan tersebut, ia akhirnya memilih mengambil risiko. Bersama sang istri, Roni berangkat ke Singapura untuk memulai babak baru yang sama sekali berbeda dari perjalanan sebelumnya.

Keputusan itu kemudian menjadi salah satu titik balik terbesar dalam kariernya.

Setibanya di Singapura, Roni baru mengetahui bahwa tawaran yang sempat dicurigainya tersebut memang serius. Bahkan, ia mendapatkan tawaran kontrak dengan nilai sekitar Rp80 juta per bulan.

Dari sinilah kehidupan Roni sebagai atlet MMA profesional mulai terbentuk.

Bagi seorang pegulat yang sebelumnya lebih banyak berkompetisi di arena olahraga amatir, perpindahan tersebut bukan sekadar mengganti jenis pertandingan.

Ia harus memasuki dunia baru dengan tuntutan fisik, teknik, mental dan pola kehidupan profesional yang berbeda.

Lima Tahun yang Mengubah Roni

Perjalanan itu kemudian membawanya ke Evolve MMA.

Gym yang berada di Singapura tersebut menjadi salah satu tempat penting dalam perkembangan Roni sebagai petarung. Ia menjalani latihan dalam lingkungan yang menurutnya dihuni pelatih dan atlet dengan pengalaman sebagai juara dunia.

Roni mengaku tidak pernah membayangkan dirinya bisa berada di lingkungan seperti itu.

Jika sebelumnya pengalaman latihan di luar negeri ketika masih menjadi atlet amatir hanya berlangsung sekitar satu hingga dua bulan, kali ini waktunya jauh lebih panjang.

Sekitar lima tahun ia menjalani kehidupan sebagai atlet profesional di Singapura.

Lima tahun bukan waktu yang sebentar.

Di sana, Roni bukan hanya belajar bagaimana bertarung. Ia juga menjalani rutinitas sebagai atlet profesional, bertemu dengan orang-orang dari lingkungan olahraga internasional dan menghadapi berbagai dinamika yang ikut membentuk kepribadiannya.

“Dari Gym Evolve MMA lah mental, fisik, teknik, dan pengalaman pelatihan profesional saya dapatkan,” kata Roni.

Proses panjang tersebut menjadi fase penting dalam membangun fondasi Roni sebagai petarung MMA.

Pengalaman sebagai pegulat tetap menjadi modal awal. Namun, lingkungan baru membuat kemampuan tersebut berkembang menjadi sesuatu yang berbeda.

Dari Matras PON ke ONE Championship

Perjalanan Roni kemudian bergerak semakin jauh.

Jika PON, SEA Games dan Asian Games menjadi panggung penting dalam kariernya sebagai pegulat, dunia MMA profesional mempertemukannya dengan atmosfer kompetisi yang berbeda.

Roni kemudian mendapat kesempatan menjadi salah satu wakil Indonesia di Singapura hingga akhirnya memperoleh kontrak langsung dengan ONE Championship.

Di titik ini, pengalaman masa lalu sebagai pegulat dan proses panjang di Singapura seperti bertemu dalam satu jalur.

Menurut Roni, perbedaan paling terasa bukan hanya pada jenis pertandingan. Lingkungan profesional yang mengitarinya ikut membentuk cara pandangnya sebagai atlet.

Ia berinteraksi lebih banyak dengan orang-orang yang memang hidup dalam ekosistem olahraga profesional.

“Selama berada di panggung besar seperti ONE sangat berbeda dengan di amatir dulu. Karena saya lebih banyak bergaul dengan orang-orang profesional. Di sinilah karakter mental saya terbentuk,” tuturnya.

Pengalaman tersebut membuat MMA menjadi lebih dari sekadar cabang olahraga baru bagi Roni.

Ada perubahan cara berpikir, cara berlatih dan cara menjalani kehidupan sebagai seorang atlet.

Karier yang Tidak Berjalan Lurus

Jika melihat perjalanan Roni dari belakang, perpindahan dari gulat ke MMA mungkin terlihat seperti sebuah rencana yang sudah disiapkan sejak awal.

Padahal kenyataannya justru sebaliknya.

Ia sudah lebih dulu membangun karier sebagai pegulat Kaltim dan atlet nasional. Tiga emas PON secara berturut-turut, pengalaman SEA Games serta Asian Games menjadi bagian dari fase panjang tersebut.

Kemudian sebuah tawaran dari Singapura datang.

Tawaran yang bahkan sempat dianggap sebagai penipuan itu justru membuka pintu menuju dunia baru.

Lima tahun di Singapura kemudian memberikan pengalaman profesional yang tidak ia dapatkan ketika masih berada di level amatir. Evolve MMA menjadi bagian dari proses pembentukan kemampuan dan mentalnya sebelum perjalanan tersebut membawanya ke panggung ONE Championship.

Dari matras gulat hingga arena MMA, Roni seperti menjalani dua kehidupan olahraga yang berbeda tetapi saling terhubung.

Gulat memberikan fondasi.

Singapura memberikan lingkungan baru.

MMA kemudian menjadi panggung berikutnya.

Perjalanan Eko Roni Saputra pada akhirnya menunjukkan bahwa karier atlet tidak selalu berjalan lurus sesuai rencana. Terkadang, sebuah peluang yang datang tiba-tiba justru membawa seseorang ke jalan yang sebelumnya sama sekali tidak terpikirkan.

Bagi Roni, pintu itu pernah datang dalam bentuk tawaran yang sempat ia ragukan.

Ia memilih membukanya.

Dan dari sana, perjalanan seorang pegulat Kaltim menuju panggung MMA internasional dimulai.

(red)

  Yuk Gabung ke Channel WhatsApp Akselerasi.id!

spot_img

Yuk Baca Juga

spot_img

Berita Terkait