AKSELERASI.id, Samarinda – Sudarno memberikan keterangan resmi, Kamis (5/11/2026) hari ini. Hal itu terkait pengunduran dirinya sebagai anggota Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kalimantan Timur (Kaltim). Ia menegaskan, kabar itu benar adanya. Di mana, keputusan itu telah disampaikan sejak 1 November 2026 dan berlaku pada 3 November 2026.
“Itu benar adanya. Tapi saya memang tidak mau menanggapi berita-berita (informasi, Red.) yang bersumber dari media homeless yang juga lagi kami perangi. Makanya teman-teman dari media resmi saya undang ke sini,” katanya, saat ditemui di Hayyu Coffe, Jalan M. Yamin, Kota Samarinda.
“Dan itu bukan surat permohonan mengundurkan diri. Tapi surat pernyataan mengundurkan diri. Jadi tidak perlu izin gubernur dan wakil gubernur,” timpal Sudarno.
Ia menjelaskan, surat pernyataan pengunduran diri disampaikan kepada gubenur Kaltim Rudy Mas’ud dan wakil gubernur Kaltim Seno Aji pada 1 November 2026. Surat itu kemudian masuk Biro Administrasi Pembangunan (Adbank) Sekretariat Daerah (Setda) Kaltim pada 2 November 2026.
Sudarno lalu menerangkan alasannya mengundurkan diri sebagai anggota Bidang Informasi dan Komunikasi Publik TAGUPP Kaltim. Ia menyatakan, selama ini dikenal vokal bersuara di media sosial (medsos) dan selalu disangkutpautkan dengan Rudy Mas’ud. Makanya, ia memutuskan untuk mengundurkan diri agar Rudy Mas’ud dan Pemerintah provinsi (Pemprov) Kaltim tidak terkena imbas terhadap apa yang disampaikannya di medsos.
“Jadi per 3 November kemarin saya sudah menjadi warga sipil biasa, pembayar pajak warga Kaltim,” ulasnya. “Ketika pemerintahan ini benar saya akan dukung penuh. Termasuk mengawal program-program pak gubernur. Termasuk program Gratispol UKT, kemudian insentif guru dan lain-lain,” imbuh Sudarno.
Meski begitu, Sudarno menggarisbawahi. Jika dikemudian hari terdapat kekurangan yang dilakukan Rudy Mas’ud dan Seno Aji, ia tak segan untuk memberikan kritik kepada keduanya. “Kalau ada kekurangannya saya juga akan lakukan speak up, beri kritikan kepada pemerintah yang sifatnya konstruktif. Termasuk nanti juga akan saya sampaikan langsung kepada pak gubernur dan pak wakil gubernur maupun instansi yang lain,” urainya.
Sebagai mantan juru bicara tim Rudy Mas’ud-Seno Aji saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim, ia berjanji akan mengawal bersama kawan-kawannya bagaimana janji dan program gubernur dan wakil gubernur bisa dilaksanakan semaksimal mungkin.
Walaupun Sudarno menyadari, hari ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kaltim turun drastis. Saat Isran Noor memimpin, APBD Kaltim mencapai Rp22 triliun sampai Rp24 triliun. Kini hanya tersisa sekira Rp11,7 triliun atau sekira Rp 12,1 triliun. “Tetap kita akan kawal dan kita akan memberikan kritik yang terbaik,” tegasnya. (*)




