spot_img

Melestarikan Lagu-Lagu Berbahasa Suku Banjar Lewat EDM (2-Habis)

Setelah piawai memainkan Maschine Pad, Pandaz pun dilirik beberapa artis ibukota untuk berkolaborasi. Seperti Drive –dulu bernama Jibaku– Iga Azwika, Indah Nevertari, serta Naga –vokalis ADA Band yang dulu vokalis band Lyla.

AKSELERASI.ID – Lulusan Strata 1 Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin inipun mengeluarkan satu album “Can You Hear Me” di mana full electronic dance music. Kemudian ada juga single instrumental seperti “Bergema“, “Karet“, “Pantai” dan yang terbaru “Penyembuh“.

Setelah hijrah kembali ke tanah kelahiran, Pandaz mulai berpikir menggarap lagu-lagu suku Banjar yang dirasanya masih kurang mendapat sentuhan berbeda hingga industri musiknya tidak semaju daerah lain di Indonesia.

(Foto: IInstagram Pandaz Music)

“Saya sempat keliling seperti ke Yogyakarta, Bandung dan beberapa daerah lainnya. Semua punya khas dan artis lokalnya masing-masing mengusung tema daerah dan semua difasilitasi dan menjadikan sangat maju industri musiknya. Jadilah terpikir menggarap musik Banjar yang belum ada sebelumnya,” beber pria dengan karakter khasnya kacamata dan jaket hoodie ini.

Meski dipoles berbeda, namun pemuda bernama asli Ridho Pangestu ini memastikan karya musik yang dihasilkannya tak sedikit pun mengurangi kearifan lokal demi menjaga orisinalitas lirik lagu berbahasa suku Banjar.

“Semangatnya ingin refresh lagu-lagu Banjar, sehingga jangan sampai hilang buat generasi penerus dan yang pasti biar orang tetap selalu rindu dengan versi tradisional musiknya,” cetusnya.

Melalui chanel Youtube dan media sosial Instagram “Pandaz Music”, dia mengaku ingin terus berkarya mengangkat musik Banjar agar lebih berkembang dan bisa dinikmati semua kalangan usia dan latar belakang.

Sejumlah musisi di Bumi Lambung Mangkurat pun dirangkul dalam menggarap lagu Banjar untuk terus eksis di kalangan milenial. Di antaranya Alint Markani, Mangmoy Panting, Tommy Kaganangan, Shouma Hadzir, Dinda Hadzir, dan Anisa Cahayani.

“Intinya sih jangan ragu berkarya mengangkat seni budaya berbahasa Banjar. Karena kalau bukan kita yang melestarikan seni musik Banjar siapa lagi,” pungkas Pandaz yang membangun studio pribadinya di Komplek Putra Gemilang, Blok F2, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur. (*)

 

  Yuk Gabung ke Channel WhatsApp Akselerasi.id!

spot_img

Yuk Baca Juga

spot_img

Berita Terkait