AKSELERASI, SAMARINDA – Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim), Surasa, menjelaskan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) memungkinkan SMK untuk mengelola keuangannya secara fleksibel. Sumbernya dari pendapatan jasa layanan yang dihasilkan oleh siswa dan guru. Kebijakan ini membuat SMK tidk harus terikat pada sistem Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara kaku.
“Dengan fleksibilitas pengelolaan keuangan, SMK dapat langsung memutar hasil produk teaching factory mereka untuk pengembangan program studi, pengadaan peralatan praktik, hingga peningkatan kompetensi guru dan siswa,” jelasnya di Samarinda, Selasa (09/12).
Surasa menerangkan, BLUD adalah kunci untuk mewujudkan SMK Unggul dan Mandiri. Status BLUD bukan hanya label administrasi, melainkan sebuah instrumen strategis untuk memacu inovasi dan kreativitas di lingkungan sekolah. “Kemudian, keuntungan yang diperoleh unit bisnis BLUD SMK yang dikelola oleh sekolah untuk membiayai program-program sekolah dalam rangka peningkatan pelayanan pendidikan demi kepuasan masyarakat,” terangnya.
Ia berharap, setelah kegiatan ini, seluruh SMK BLUD di Kaltim mampu menyusun dokumen tata kelola yang berkualitas, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. “Hal ini penting untuk memastikan bahwa kemandirian finansial SMK benar-benar berdampak positif terhadap kualitas lulusan yang siap bersaing di dunia kerja dan industri,” tandas Surasa.
Sebagai informasi, materi yang disampaikan dalam pendampingan ini mencakup aspek krusial. Seperti Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) BLUD, Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan BLUD yang berbasis akrual, Implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Prosedur Operasional (SOP) BLUD serta Kajian Regulasi dan Kebijakan Terbaru terkait BLUD SMK.
Para peserta yang terdiri dari pimpinan BLUD selaku Kepala SMK, Pejabab Pengelolaan Keuangan BLUD, Pejabat Teknis BLUD, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Kepala Teaching Factory, dari berbagai kabupaten/kota tampak antusias mengikuti sesi pendampingan.Mereka diberikan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan tim ahli yang didatangkan khusus di bidang tata kelola keuangan publik dan manajemen bisnis.
Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas tata kelola BLUD agar lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan terkait diikuti oleh perwakilan kepala SMK dan tenaga pengelola keuangan dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim. (*)




