AKSELERASI, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menyoroti tingginya risiko kecelakaan pelajar yang membawa motor. Imbauan disampaikan kepada seluruh siswa. Terutama yang belum memiliki SIM.
Aktivitas pagi hari di jalan raya cukup padat. Pelajar dan pekerja berbaur dalam lalu lintas. Kondisi ini meningkatkan potensi kecelakaan.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdul Safa Muha, menilai situasi ini perlu perhatian serius. Dia mengingatkan siswa untuk tidak berkendara. “Kami menghimbau agar pelajar tidak menggunakan motor ke sekolah,” jelasnya.
Menurutnya, pelajar belum memiliki kesiapan berkendara. Baik dari segi pengalaman maupun emosi. Hal ini menjadi faktor risiko. Abdul Safa Muha juga menyoroti penggunaan helm yang masih rendah. Banyak pelajar mengabaikan keselamatan. Ini sangat berbahaya.
Disdikbud Kota Bontang, kata Abdul Safa Muha, mengajak semua pihak untuk peduli. Sekolah dan orang tua harus bekerja sama. Pengawasan perlu diperketat.
Selain itu, edukasi keselamatan perlu ditingkatkan. Siswa harus memahami risiko. Hal ini penting untuk mencegah kecelakaan. “Keselamatan harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya.
Dengan imbauan ini, diharapkan angka kecelakaan menurun. Pelajar dapat beraktivitas dengan aman. Lingkungan sekolah menjadi lebih tertib. (adv/red)




