spot_img

FKIP ULM Latih Guru SMP se-Kabupaten Banjar Buat Soal TKA dan Literasi Lahan Basah

AKSELERASI.ID, Martapura – Puluhan guru matematika SMP di Kabupaten Banjar tampak antusias Sabtu (16/5/2026) di Aula SMPN 2 Martapura mengikuti pelatihan menyusun soal literasi matematika yang unik berbasis lingkungan lahan basah.

Kegiatan ini dirancang untuk mengasah kemampuan guru dalam membuat soal TKA yang kontekstual, menantang penalaran, dan memperkuat literasi matematika murid. Dengan pendekatan seperti ini, guru tidak hanya belajar teori, tapi langsung praktik membuat soal yang relevan dengan kehidupan nyata siswa.

Kegiatan Pelatihan Mendesain Soal Literasi Matematika Berkonteks Lingkungan Lahan Basah Bagi Guru Matematika SMP Kabupaten Banjar untuk Mendukung Penyiapan TKA ini digelar oleh tim dosen Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin (ULM) yang melibatkan diantaranya Martin Suhendra, S.Pd., Gr., M.Pd., Prof. Dr. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc., Kamaliyah, S.Pd., M.Pd., dan Taufiq Hidayanto, S.Pd., M.Pd., serta melibatkan dua mahasiswa, yakni Muhammad Abdurrahman dan Muhammad Nasrullah.

Ketua Pelaksana, Martin Suhendra, S.Pd., M.Pd., menegaskan, pelatihan ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk meningkatkan literasi matematika siswa. “Kami ingin guru mampu membuat soal yang tidak cuma hafalan, tapi melatih berpikir kritis dan pemecahan masalah murid,” ujarnya. Ia menambahkan, konteks lokal lahan basah dipilih sebagai sumber belajar agar matematika terasa lebih hidup dan relevan.

Guru-guru MGMP Matematika menjadi sasaran utama pelatihan karena peran strategis mereka dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Martin menjelaskan, “Guru MGMP punya wadah kolaborasi yang pas untuk mengembangkan kompetensi, terutama dalam menyusun soal literasi dan TKA yang sesuai karakteristik murid di daerah lahan basah.”

Materi pelatihan meliputi pemahaman literasi matematika, karakteristik soal TKA, praktik langsung menyusun soal berbasis konteks lingkungan, hingga review soal. “Peserta diajak praktik langsung, diskusi, dan pendampingan supaya mampu menyusun soal kontekstual dan berbasis penalaran,” terang Martin.

Menurut Martin, keberhasilan pelatihan diukur dari meningkatnya kemampuan guru dalam menyusun soal berbasis TKA dan literasi, serta tersusunnya produk soal yang siap digunakan di sekolah. Ia menekankan pentingnya soal berstandar TKA bagi pendidikan matematika SMP. “Soal TKA bukan cuma menguji hafalan, tapi menantang siswa berpikir kritis, menalar, dan menerapkan konsep dalam kehidupan nyata.”

Peserta diharapkan menerapkan ilmu yang didapat untuk membangun bank soal berstandar TKA di sekolah masing-masing. Martin menambahkan, “Harapannya kegiatan ini berlanjut melalui kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan MGMP, sehingga guru dapat terus mengembangkan soal yang kontekstual dan relevan.”

Dalam pesan terakhirnya, Martin mengingatkan guru matematika agar evaluasi pembelajaran tidak hanya mengukur hafalan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis. “Manfaatkan konteks kehidupan nyata supaya pembelajaran matematika makin bermakna dan relevan dengan kebutuhan murid di era sekarang,” tutupnya. (red)

  Yuk Gabung ke Channel WhatsApp Akselerasi.id!

spot_img

Yuk Baca Juga

spot_img

Berita Terkait