AKSELERASI, Kukar – Gula aren merupakan salah satu komoditas olahan tradisional yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Bahkan permintaan pasarnya terus meningkat.
Kendati demikian, sebagian besar perajin gula aren di tingkat lokal masih menghadapi kendala klasik. Seperti efisiensi produksi dan konsistensi kualitas hasil akhir.
Merespons hal itu, Tim dari Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Mereka memberikan bantuan peralatan kepada perajin gula aren. Khususnya di Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Selama ini, gula aren rentan mengalami penurunan kualitas. Seperti berjamur atau meleleh akibat disimpan dalam wadah seadanya yang tidak kedap udara. Selain itu wadah penyimpanan dan bertutup rapat menjadi solusi efektif untuk menjaga kadar air gula tetap stabil.
Hal ini sekaligus memperpanjang masa simpan produk tanpa perlu menggunakan zat pengawet kimia.
Melalui Pengabdian Penugasan Program Studi (Prodi) Diploma 3 (D3) Petro dan Oleo Kimia, tim bermitra dengan dengan Agus Suprihatin selaku perajin gula aren tradisional Gula Aren Anugrah sekaligus ketua Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Pariaman Bersinar.
“Dukungan penuh dari tim semua sangat bermanfaat bagi kami dalam memproduksi gula aren,” akunya.
Selanjutnya, tim bersama Agus Suprihatin melakukan pembuatan gula aren tradisional dari pemasakan nira hingga proses pencetakan. Gula aren yang diproduksi adalah murni tanpa bahan tambahan apapun. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan nilai jual gula aren.
Fitriyana, Ketua Tim PkM Polnes berharap, melalui kegiatan ini, mereka berharap kegiatan produksi gula aren lokal dapat teroptimalisasi dengan baik. Mulai dari proses pemasakan di wajan, pencetakan dan pengemasan akhir hingga penyimpanan di wadah penyimpanan.
Langkah nyata ini tidak hanya menaikkan kualitas dan nilai jual produk di pasaran. Tetapi juga mendorong kemandirian serta meningkatkan kesejahteraan perajin gula aren secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan pengabdian ini, kami berharap dapat membantu dalam mengoptimalkan produksi gula aren anugrah, tanpa mengubah kualitas dan kekhasannya. Mempertahankan proses alami, tanpa bahan aditif (pengawet, Red.), gula aren yang dihasilkan benar-benar murni, sehingga menambah kepercayaan dan nilai jual yang lebih tinggi di pasaran,” kata Fitriyana. (*)




