AKSELERASI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya meningkatkan ketahanan daerah dalam menghadapi bencana. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan Indeks Ketahanan Daerah (IKD), yang merupakan salah satu komponen penilaian dalam Indeks Risiko Bencana (IRB).
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Agus Tianur, IKD tidak hanya berdasarkan capaian kinerja BNPB, BPBD provinsi, maupun BPBD kabupaten/kota.
“Juga didukung oleh OPD terkait. Jadi program-program mereka yang berhubungan dengan pengurangan IRB masuk ke dalam poin pendukung itu,” ujarnya melalui Staff Perencanaan dan Program, Muhammad Bakriansyah, di Samarinda.
Bakriansyah menjelaskan, ada tujuh fokus untuk melakukan ketahanan daerah, yaitu penguatan kebijakan dan kelembagaan, pengkajian risiko dan perencanaan terpadu, pengembangan sistem informasi, diklat dan logistik, penanganan tematik kawasan rawan bencana, peningkatan efektivitas pencegahan dan mitigasi bencana, serta pengembangan sisi pemulihan pasca bencana.
Salah satu fokus yang melibatkan OPD terkait adalah peningkatan efektivitas pencegahan dan mitigasi bencana. Di dalamnya meliputi gerakan PRB, penegakkan hukum dan restorasi lahan gambut, serta mitigasi bencana seperti bangunan tahan gempa, bangunan gelombang ekstrem, dan revitalisasi tanggul/embung dan taman kota.
“Artinya, untuk mewujudkan hal tersebut ada andil besar dari Dinas PUPR maupun Dinas Kehutanan. Sehingga, BPBD dengan dua OPD teknis ini terus bersinergi dan berkoordinasi,” kata Bakriansyah.
Ia menambahkan, BPBD Kaltim juga memiliki dokumen KRB atau Kajian Risiko Bencana, yang digunakan untuk melihat informasi terkait kondisi daerah dalam hal kebencanaan. Dokumen ini menjadi acuan dalam menyusun program-program yang berlandaskan pada pengurangan risiko bencana.
Bakriansyah berharap, dengan meningkatnya IKD, maka IRB di Kaltim bisa menurun. Sebab, IRB merupakan hasil dari perbandingan antara risiko bencana dengan kapasitas daerah. “Semakin tinggi IKD, maka semakin rendah IRB. Semakin rendah IRB, maka semakin tangguh daerah kita dalam menghadapi bencana,” pungkasnya. (ags/adv)




