AKSELERASI – Wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) menjadi atensi serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Kurniawan. Pasalnya, sektor pendidikan di sana harus dikuatkan agar misi membentuk kualitas pendidikan yang setara di Benua Etam dapat terjadi.
“Kami fokuskan nanti distribusi guru. Mudah-mudahan sesuai dengan RPMJ (Rencana Pembangunan Jangka Menengah, Red.) kami. Mungkin ada tambahan insentif untuk mereka,” kata Muhammad Kurniawan, Kepala Disdikbud Kaltim.
Baginya, distribusi guru menjadi bagian dari rencana pembangunan jangka menengah, dengan harapan dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah 3T. “Adanya insentif tambahan diharapkan dapat menjadi dorongan bagi para pendidik yang ditempatkan di wilayah tersebut,” ujarnya.
Soal Tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Muhammad Kurniawan mengungkapkan bahwa tantangan muncul ketika ada yang enggan ditempatkan di daerah 3T. Meski demikian, dia berharap agar para PPPK dapat mempertimbangkan ulang dan bersedia ditempatkan di wilayah itu.
“PPPK itu dari status honor jadi ASN (Aparatur Sipil Negara, Red.). Memang ada perbedaan tahun kemarin dengan tahun ini. Kami lihat nanti soal penempatannya,” ucapnya. “Upaya ini saya harapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan tenaga pendidik di seluruh provinsi, termasuk daerah 3T, guna menciptakan lingkungan pendidikan yang merata dan berkualitas di seluruh Kaltim,” tandas Muhammad Kurniawan. (fai/adv)




