
AKSELERASI, KUTIM – Sejarah baru tercipta di Kutai Timur (Kutim) pada Jumat (7/11/2025) pagi. Di bawah langit yang cerah, Taman Pemakaman Umum (TPU) megah di Sangatta Selatan diresmikan. Yang menarik, identitas fasilitas publik senilai Rp 19 miliar ini ditentukan langsung oleh masyarakat melalui proses voting terbuka di lokasi acara.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, dalam sambutannya mengakui bahwa penamaan area pemakaman yang dibangun di lahan seluas hampir 5 hektare itu sempat belum final. Di hadapan tamu penting seperti Forkopimda, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Ahmad Iip Makruf, jajaran camat, kepala desa, serta para tokoh agama dan masyarakat, Bupati lantas mengajukan tiga opsi nama.
“Tiga nama yang kami ajukan, yakni TPU Sangatta Indah, Sangatta Berkesan, dan Sangatta Kenangan,” jelas Ardiansyah.
Suasana peresmian berubah menjadi lebih interaktif saat proses voting dimulai. Dengan mekanisme sederhana, yakni mengangkat tangan, para tamu undangan memberikan suaranya. Setelah penghitungan cepat, nama “Sangatta Indah” unggul mayoritas.
Bupati Ardiansyah Sulaiman lantas menetapkan nama tersebut secara resmi diiringi tepuk tangan meriah. Pemilihan nama ini bukan tanpa makna. Meskipun lokasinya di Kecamatan Sangatta Selatan, nama “Sangatta Indah” dipilih untuk menegaskan sifatnya yang inklusif.
“Kami ingin TPU ini menjadi tempat yang inklusif bagi seluruh warga Kutim, agar semua warga dari berbagai kecamatan dapat dimakamkan di sini tanpa sekat administratif,” tegas Bupati.
TPU Sangatta Indah pun digadang-gadang menjadi model pemakaman modern di Kalimantan Timur (Kaltim). Dibangun dengan anggaran besar, pengelolaannya kini dipegang langsung oleh pemerintah daerah, di bawah UPT Pertamanan dan Pemakaman Disperkim Kutim, dan yang terpenting, tanpa dipungut biaya alias gratis bagi masyarakat.
Fasilitas pendukung yang disediakan juga lengkap dan representatif, mencakup musala, toilet, area parkir yang memadai, pagar keliling, serta rencana pembangunan gapura besar sebagai penanda utama.
Lebih lanjut, kawasan pemakaman ini ditata dengan sistem blok dengan setiap blok berkapasitas seratus makam. Desainnya juga mencerminkan semangat toleransi dan kesetaraan, di mana seluruh pemeluk agama mendapat bagian area masing-masing dengan standar pelayanan pemakaman yang sama.
TPU ini kini siap dimanfaatkan oleh masyarakat. Ke depan, pelayanan publiknya akan dipermudah melalui sistem komunikasi berbasis aplikasi pesan instan WhatsApp yang sedang disiapkan, memudahkan warga menghubungi petugas.(Adv)




