spot_img

Ancaman Bencana di Kalimantan Timur Tinggi, Perlu Sinergi Semua Pihak

AKSELERASI – Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki ancaman bencana yang cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Kaltim tahun 2022 yang berada di angka 146.67, atau masuk kategori tinggi.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Provinsi Kaltim, selama periode tahun 2015-2021, terdapat 267 kejadian bencana di wilayah ini. Bencana yang paling sering terjadi adalah kebakaran hutan dan lahan (113 kejadian), diikuti oleh bencana banjir (85 kejadian), tanah longsor (47 kejadian), puting beliung (20 kejadian), dan abrasi (2 kejadian).

“Tren bencana di Kalimantan Timur juga menunjukkan kecenderungan yang tidak menentu. Pada tahun 2022, misalnya, terjadi peningkatan jumlah kejadian bencana banjir dan kebakaran pemukiman. Hal ini disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak menentu,” Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Agus Tianur melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Tresna Rosano.

Untuk menekan risiko bencana di Kalimantan Timur, diperlukan sinergi dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun swasta. Pemerintah perlu meningkatkan kapasitas daerah dalam penanganan bencana, sementara masyarakat dan swasta perlu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup yang menghindari banjir, seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak mendirikan bangunan di bantaran sungai, dan menjaga kebersihan sungai,” kata Tresna.

Tresna menjelaskan, Kaltim merupakan provinsi yang memiliki risiko bencana tinggi, terutama bencana banjir. Hal ini disebabkan oleh faktor topografi, curah hujan, dan kondisi lingkungan yang tidak teratur.

Tresna juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana banjir, terutama pada musim penghujan. Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti informasi dan peringatan dari pemerintah.

“Jika terjadi banjir, masyarakat diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” kata Tresna.

Berikut, sebutnya, adalah beberapa tips untuk menjaga pola hidup yang menghindari banjir:

– Jangan membuang sampah sembarangan. Sampah yang dibuang sembarangan dapat menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir.
– Jangan mendirikan bangunan di bantaran sungai. Bangunan di bantaran sungai dapat menghalangi aliran air dan menyebabkan banjir.
– Jaga kebersihan sungai. Sungai yang bersih dapat mengalirkan air dengan lancar dan mencegah banjir.

“Dengan menjaga pola hidup yang menghindari banjir, masyarakat dapat membantu mengurangi risiko bencana banjir,” ucapnya.

Kalimantan Timur merupakan provinsi yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Namun, kekayaan alam tersebut juga berpotensi menimbulkan bencana. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk bekerja sama dalam upaya mitigasi bencana.

“Mari kita bersama-sama menjaga Kalimantan Timur dari bencana. Dengan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan, kita dapat mencegah terjadinya bencana atau setidaknya mengurangi dampak yang ditimbulkannya,” seru Tresna. (ags/adv)

  Yuk Gabung ke Channel WhatsApp Akselerasi.id!

spot_img

Yuk Baca Juga

spot_img

Berita Terkait