
AKSELERASI, KUTIM – Selain karet, Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai melirik dua komoditas perkebunan lain yang dinilai memiliki potensi cerah, yaitu kopi dan kelapa. Plt Kepala Disbun Kutim, Ii Sumirat, mengungkapkan bahwa kedua komoditas ini menjadi fokus pengembangan, melengkapi program-program bulanan yang sudah berjalan.
Ii Sumirat menyebutkan bahwa potensi kopi ditemukan cukup menjanjikan di Kecamatan Long Mesangat, tepatnya di Desa Sumber Agung. Untuk memastikan kualitasnya, Disbun bahkan telah mengirimkan sampel kopi tersebut untuk diuji laboratorium di Bandung.
“Yang saya lihat juga potensinya lumayan adalah dua komoditi itu kopi dan kelapa. Untuk komoditi perkebunannya,” ujar Ii Sumirat.
Hasil uji lab menunjukkan bahwa kualitas kopi dari Sumber Agung terbilang lumayan baik.
“Saya kirim kemarin 5 kilogram dan hasilnya lumayan. Cuma kopinya kurang terawat saja,” jelasnya.
Meskipun kualitas bijinya baik, uji lab menunjukkan bahwa petani masih perlu meningkatkan pengetahuan mereka terkait teknik budidaya dan proses pasca panen.
“Cuma secara budidaya dan pada saat pengeringan, masih belum standar,” kata Ii Sumirat mengutip hasil pengujian.
Disbun berencana memberikan pendampingan agar praktik petani bisa sesuai standar, sehingga Kutim dapat memiliki bean (biji) kopi standar yang siap bersaing.
Peningkatan kualitas bean atau biji olahan menjadi kunci utama, mengingat masalah yang serupa juga terjadi pada komoditas kakao. Menurut Ii Sumirat, persaingan kopi dan kakao saat ini sangat bergantung pada kualitas bean dan cita rasa yang dihasilkan.
Ia mencontohkan kakao dari Karangan yang diminati pembeli karena cita rasanya yang unik dan berbeda.
“Sekarang mainnya bean dan cita rasa. Sekarang itu kakao itu hampir sama dengan kopi. Kemarin kenapa Karangan itu langsung mau dibeli? Karena cita rasanya beda,” ungkapnya.
Disbun berharap ke depannya, biji kakao dan kopi dari Kutim, khususnya Karangan, dapat menjadi salah satu bin favorit untuk industri pengolahan.
Selain kopi, komoditas kelapa juga masuk dalam agenda pengembangan Disbun Kutim. Ii Sumirat menyebutkan bahwa pada tahun ini, Disbun juga menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah lain untuk pengembangan kelapa, meskipun rincian kerjasamanya belum dijelaskan lebih lanjut. (Adv)




