spot_img

Disdikbud Bontang Evaluasi Sistem Pembelajaran Usai Kasus Anak Tak Naik Kelas Dua Tahun

AKSELERASI, Bontang – Kasus anak putus sekolah di Kelurahan Bontang Lestari menjadi pelajaran bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang. Terutama untuk melakukan evaluasi terhadap sistem pembelajaran di jenjang Sekolah Dasar (SD). Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.

Anak tersebut diketahui tidak naik kelas selama dua tahun berturut-turut sebelum akhirnya berhenti sekolah. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam proses pembelajaran yang perlu mendapat perhatian serius.

Ketidakmampuan membaca yang dialami anak menjadi indikator bahwa pendekatan pembelajaran yang diterapkan belum sepenuhnya mampu menjangkau kebutuhan siswa dengan kemampuan literasi rendah.

Disdikbud Kota Bontang menilai bahwa sistem pendidikan harus mampu mengakomodasi keberagaman kemampuan siswa, termasuk melalui metode pembelajaran yang lebih fleksibel dan adaptif.

Sekretaris Disdikbud Kota Bontang, Saparuddin, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran awal untuk memahami akar persoalan secara menyeluruh. “Kami menemukan adanya kendala pada kemampuan dasar anak, terutama dalam hal membaca,” ujarnya saat dihubungi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa langkah prioritas tetap mengembalikan anak ke sekolah sebagai bagian dari pemenuhan hak pendidikan. “Kita tetap arahkan agar anak ini bisa kembali melanjutkan pendidikannya di sekolah,” katanya.

Selain itu, Disdikbud juga telah berkoordinasi dengan pihak sekolah guna memastikan kesiapan dalam menerima kembali siswa tersebut. “Kami sudah komunikasi dengan kepala sekolah untuk menindaklanjuti hal ini,” tuturnga.

Ke depan, Disdikbud Kota Bontang akan memperkuat sistem pendampingan bagi siswa dengan kesulitan belajar agar kasus serupa tidak terulang. (adv/red)

  Yuk Gabung ke Channel WhatsApp Akselerasi.id!

spot_img

Yuk Baca Juga

spot_img

Berita Terkait