AKSELERASI, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memberikan perhatian serius terhadap kondisi sanitasi di sekolah swasta dengan menyalurkan dana hibah sebesar Rp50 juta kepada delapan lembaga pendidikan. Program ini secara khusus diarahkan untuk mendukung perbaikan fasilitas dasar, terutama toilet yang menjadi kebutuhan vital bagi siswa.
Delapan sekolah penerima bantuan tersebut meliputi SD Muhammadiyah, SD 1 YPK, SD Darul Ulum, SD Islam Nurul Fatah, SMP YPPI, SMP Muhammadiyah 1, SMP Islam Ar-Riyadh, dan Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang. Total anggaran yang disalurkan mencapai Rp400 juta.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang, Nuryadi Bachtiar, mengungkapkan bahwa perhatian terhadap sanitasi menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan layak. Ia menilai fasilitas toilet yang baik akan berdampak langsung terhadap kenyamanan siswa selama berada di sekolah.
“Fasilitas sanitasi itu sangat penting. Karena itu kami arahkan bantuan ini untuk perbaikan toilet, meskipun penggunaannya tetap menyesuaikan kebutuhan masing-masing sekolah,” jelasnya, Senin (30/3/2026).
Ia juga menegaskan bahwa skema hibah dipilih karena sesuai dengan aturan yang berlaku bagi sekolah swasta. Berbeda dengan sekolah negeri yang bisa mendapatkan rehabilitasi fisik langsung, sekolah swasta harus melalui proses pengajuan hibah yang direncanakan jauh sebelumnya.
“Kalau sekolah swasta prosesnya berbeda, harus melalui hibah dan diajukan minimal satu tahun sebelumnya,” terangnya.
Menurut Nuryadi, kondisi toilet di beberapa sekolah swasta memang masih membutuhkan pembenahan, baik dari segi kelayakan maupun jumlah. Hal ini menjadi salah satu alasan utama Disdikbud mengarahkan bantuan ke sektor tersebut.
Selain meningkatkan kenyamanan, perbaikan sanitasi juga dinilai penting dalam menjaga kesehatan siswa dan mencegah berbagai penyakit yang dapat muncul akibat lingkungan yang kurang bersih.
Dengan adanya program ini, Disdikbud berharap sekolah swasta dapat meningkatkan kualitas fasilitasnya secara bertahap. Dukungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju standar lingkungan belajar yang lebih baik di seluruh satuan pendidikan di Bontang. (adv/red)




