Berawal dari pertemuan kampus di bidang musik, hingga menjalin hubungan pada 2014, Manjakani akhirnya lahir dari dua orang yang memiliki hasrat dan kecintaan dalam bermusik.
AKSELERASI.ID – Bermula dengan nama “Nabilla dan Taufan”, mereka tampil pada sebuah acara kampus di 2015, dengan membawakan beberapa cover lagu. Penampilan yang mengesankan, membuat teman-teman sekampus mendorong Nabilla dan Taufan untuk serius terjun pada dunia musik.
Itulah awal perjalanan duo Nabilla dan Taufan dalam meniti karier di dunia hiburan Indonesia. Manjakani kemudian dipilih sebagai nama duo yang memainkan musik merdu dan mendayu ini.
Saat mendengar nama Manjakani, benak kita sering berpikir tentang tanaman tradisional. Namun Taufan dan Nabilla punya makna sendiri tentang nama Manjakani. “Manjakani memiliki khasiat untuk merapatkan telinga pendengar yang mendengar lagu-lagu dari Manjakani,” kata Taufan.
Lagu pertama yang dibuat oleh Nabilla dan Taufan adalah “Asmaraweda“. Lagu tersebut bercerita tentang fitrah manusia. Dalam lagu tersebut digambarkan dengan seekor burung yang seharusnya terbang bebas, bukan di dalam sangkar, bahwa manusia harus hidup bersosialisasi, hidup bersama manusia lainnya.
Hingga saat ini, Manjakani telah mencipatakan 10 lagu. Namun “Asmaraweda” yang paling memberikan kesan kepada Nabilla dan Taufan. “Yang paling berarti dalam proses pembuatannya, kami rasakan di lagu pertama Asmaraweda. Sebab sebuah lagu kami ibaratkan seperti anak sendiri, yang kami lahirkan, dan kami kemas dengan baik. Proses penciptaan “Asmaraweda” juga menjadi permulaan bagi kami dalam membentuk musik khas dari Manjakani. Lagu ini menjadi modal awal untuk perjalanan panjang,” kata Nabilla.
Manjakani hadir dengan ciri khasnya yang unik. Berbeda dari musisi Kota Pontianak –Provinsi Kalimantan Barat– lainnya, 10 lagu yang diciptakannya bertema tentang kasih sayang, keluarga, kerinduan, perbedaan dan juga kematian.
“Tidak melulu kami gambarkan cerita sepasang kekasih, walau mungkin beberapa lagu yang ditulis rekan penulis kami berkaca pada kami yang berpacaran. Adapun lagu yang diadopsi dari kisah kami, bercerita tentang semangat dan ambisi dalam perjalanan musik kami, bukan perjalanan cinta,” kata Nabilla. (*)




