AKSELERASI, Bontang – Proses pembuatan plastik biodegradable di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Kota Bontang menekankan pentingnya pengulangan untuk mendapatkan hasil terbaik. Pendampingan oleh Ayu Fachtyanur membantu siswa memahami setiap tahapan dengan lebih mendalam.
Siswa tidak langsung mendapatkan hasil sempurna dalam satu kali percobaan. Mereka harus mengulang proses untuk memperbaiki tekstur dan kerapian produk. “Ini masih proses belajar, jadi kita ulang-ulang sampai hasilnya benar-benar halus dan rapi,” ungkapnya.
Penggunaan bahan dengan takaran yang tepat menjadi faktor penting dalam keberhasilan produksi. Setiap kesalahan kecil dapat mempengaruhi hasil akhir.
Dalam diskusi, siswa juga mempertanyakan tekstur bahan yang dihasilkan apakah sudah halus atau masih berserat. Hal ini menunjukkan keterlibatan aktif dalam proses belajar. Guru memberikan arahan bahwa hasil yang baik harus memiliki permukaan yang halus dan merata. Standar ini menjadi acuan dalam setiap percobaan.
Pencetakan dilakukan secara manual sehingga membutuhkan ketelitian ekstra dari siswa. Mereka harus memastikan adonan tersebar merata di cetakan.
Pengeringan menjadi tantangan karena suhu harus dijaga agar tidak merusak struktur plastik. Oven menjadi alat yang paling efektif dalam proses ini. “Kegiatan ini melatih kesabaran dan ketekunan siswa dalam mencapai hasil yang diinginkan. Mereka belajar bahwa proses tidak instan,” ungkapnya.
Ke depan, kualitas produk akan terus ditingkatkan agar lebih siap untuk dikembangkan. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas. (adv/red)




