AKSELERASI – Kepala Disdikbud Kaltim Muhammad Kurniawan menyatakan, guru seni dan budaya di sekolah merupakan garda terdepan untuk melestarikan kearifan lokal. Sebab perkembangan teknologi dan arus modernisasi dari dunia internasional saat ini, membuat segala urusan menjadi lebih mudah. “Tapi secara perlahan juga mampu mengikis peradaban dari kebudayaan daerah. Hal inilah yang patut dicegah bagi para generasi penerus bangsa,” katanya.
Tantangan inilah, ujar Muhammad Kurniawan, yang dihadapi para guru seni dan kebudayaan di Benua Etam. Makanya dia meminta peningkatan kompetensi guru di bidang itu bisa berdampak.
“Saya berharap ke depannya pengetahuan guru seni budaya bisa meningkat. Dalam model pembelajaran inovatif dalam mata pembelajaran seni budaya. Baik itu seni rupa, tari dan musik dan mengimplementasikannya lewat teori dan praktik,” ujarnya.
Selain itu, Kurniawan juga memiliki visi tersendiri, dalam peningkatan kompetensi guru seni dan budaya. Tentunya dengan dedikasi dari para tenaga pendidik tersebut, mampu menekan arus modernisasi yang berkembang di dunia melalui jalur pendidikan di sekolah.
“Jangan sampai kebudayaan kita di telan arus modernisasi dan globalisasi. Sehingga, melalui jalur pendidikan ini, harapannya dapat menambah wawasan dan keterampilan para peserta yang hadir. Serta, mampu menyebar luaskan kepada guru yang tidak ikut dalam bimbingan teknis itu,” urainya.
Selain itu, ia juga mengharapkan, ada nilai tambah dan perubahan. Terhadap metode pembelajaran dari para guru seni dan budaya di Kaltim. Terutama dalam menanamkan investasi untuk memelihara kebudayaan daerah bagi para putra putri daerah.
“Saya berharap kompetensi bagi guru seni dan budaya digelar secara rutin setiap tahunnya. Sehingga anak didik mereka di sekolah bisa bersumbangsih dalam memajukan daerah dengan melestarikan kebudayaan daerah,” tandasnya. (fai/adv)




