spot_img

Disdikbud Kaltim Evaluasi Mata Pelajaran Matematika

AKSELERASI, SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltim memastikan akan melakukan evaluasi setelah nilai mata pelajaran Matematika dalam Tes Kompetensi Akademik (TKA) diketahui anjlok hampir di seluruh Indonesia.

Baca Juga:Tekan Risiko Kebakaran dan Gangguan Ketertiban, Teras Samarinda Kembali Jadi Pusat Perayaan Tahun Baru
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap kemampuan dasar numerasi siswa yang dianggap mengalami penurunan cukup signifikan.

Sekretaris Disdikbud Provinsi Kaltim, Rahmat Ramadhan menyampaikan sebenarnya turunnya nilai Matematika bukan hanya terjadi di daerah tertentu, tetapi merata secara nasional. “Fenomena ini perlu dicermati serius, mengingat Matematika merupakan salah satu fondasi penting dalam pendidikan dasar maupun lanjutan,” ujar Rahmat.

Saat ditanya apakah kondisi ini dapat memicu kembalinya Ujian Nasional (UN), Rahmat menilai hal tersebut kecil kemungkinan. Ia menegaskan TKA sebagai pengganti UN sudah tepat diterapkan, karena sifatnya tidak wajib untuk kelulusan.

“Hanya saja ini menjadi syarat masuk jenjang atau jurusan tertentu sesuai standar nilai yang ditetapkan masing-masing sekolah atau program studi,” katanya.

Rahmat mencontohkan, jika jurusan pertanian mensyaratkan nilai TKA minimal 500 sementara siswa hanya memperoleh 400, maka siswa tetap dinyatakan lulus sekolah. “Namun tidak memenuhi syarat masuk jurusan tersebut. Skema ini dianggap lebih fleksibel namun tetap mengedepankan standar seleksi,” ucapnya.

Rahmat juga mengakui, adanya kritik dari berbagai pihak terkait menurunnya kemampuan siswa, terutama pada bidang Matematika. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyamakan langkah evaluasi, termasuk memikirkan metode pembelajaran yang perlu diperbaiki atau disesuaikan.

Rahmat menambahkan kondisi geografis Kaltim yang memiliki sejumlah wilayah pinggiran turut menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pihaknya masih menunggu arahan pusat terkait kebijakan baru untuk pemerataan kualitas pembelajaran.

“Pastinya faktor penurunan kemampuan Matematika bisa disebabkan oleh berbagai hal. Ketakutan siswa terhadap Matematika, kurangnya kebiasaan membaca, hingga perubahan gaya belajar di era digital menjadi bagian dari tantangan yang harus dibenahi,” jelasnya. (*)

  Yuk Gabung ke Channel WhatsApp Akselerasi.id!

spot_img

Yuk Baca Juga

spot_img

Berita Terkait