spot_img

Halalbihalal Guru Dinilai Bagian dari Pembelajaran Karakter

AKSELERASI, Bontang – Tradisi halalbihalal di lingkungan sekolah usai Lebaran dinilai tetap relevan dan memiliki nilai edukatif bagi siswa. Terutama dalam membangun karakter.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Saparuddin, menyebut kegiatan tersebut tidak sekadar seremoni. Tetapi bagian dari proses pembelajaran yang melibatkan peran guru.

“Halalbihalal itu bukan sekadar kumpul-kumpul. Di situ ada pembelajaran tentang toleransi, saling memaafkan, dan membangun sikap sosial,” ujarnya, Senin (16/3/2026) kemarin.

Menurut Saparuddin, guru memiliki peran penting dalam mengarahkan kegiatan tersebut agar tetap memiliki nilai pendidikan. Pembelajaran, kata dia, tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas secara formal.

“Sekarang pendekatan pembelajaran sudah berkembang. Tidak hanya teori di kelas, tapi juga praktik dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ia menilai, melalui momentum tersebut, guru dapat menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan sosial kepada siswa secara langsung. Selain itu, halalbihalal juga menjadi sarana bagi guru untuk mempererat hubungan emosional dengan siswa setelah masa libur panjang.

Kedekatan tersebut dinilai penting untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif saat kegiatan pembelajaran kembali berjalan normal.

Lebih kauh, Saparuddin bilang, guru diharapkan mampu mengemas kegiatan tersebut secara kreatif agar tetap memiliki muatan edukatif yang kuat. (adv/red)

  Yuk Gabung ke Channel WhatsApp Akselerasi.id!

spot_img

Yuk Baca Juga

spot_img

Berita Terkait