spot_img

IRBI Kaltim, Masih Tinggi, Tapi Ada Harapan

AKSELERASI – Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) adalah suatu perangkat analisis kebencanaan yang berbentuk indeks yang menunjukkan riwayat nyata kebencanaan yang telah terjadi dan menimbulkan kerugian di wilayah Indonesia.

Berdasarkan data dari BPBD Kaltim, IRBI Kaltim masih tinggi, sekitar 140. Angka ini menunjukkan bahwa Kaltim masih rentan terhadap bencana. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim Tresna Rosano mengatakan, IRBI Kaltim masih tinggi karena beberapa faktor, antara lain:

Letak geografis Kaltim yang berada di jalur pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasifik. Kondisi geografis Kaltim yang berbukit-bukit dan rawan longsor.

Banyaknya sungai di Kaltim yang berpotensi menimbulkan banjir. Untuk mengatasi IRBI Kaltim yang masih tinggi, BPBD Kaltim menargetkan untuk menurunkan IRBI menjadi 120 pada tahun 2024.

Salah satu upaya yang dilakukan BPBD Kaltim untuk menurunkan IRBI adalah dengan meningkatkan indeks ketahanan daerah (IKD). IKD adalah suatu indikator yang menunjukkan kemampuan suatu daerah untuk menghadapi, memitigasi, dan memulihkan diri dari bencana.

Untuk meningkatkan IKD, BPBD Kaltim perlu bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk media massa.

Media massa dapat berperan dalam meningkatkan IKD dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mitigasi bencana. Masyarakat yang sadar akan potensi bencana akan lebih siap menghadapi bencana.

IRBI Kaltim yang masih tinggi menjadi tantangan bagi BPBD Kaltim dan seluruh pemangku kepentingan. Namun, dengan kerja sama yang baik, IRBI Kaltim dapat diturunkan dan Kaltim menjadi daerah yang lebih tangguh terhadap bencana. (ags/adv)

  Yuk Gabung ke Channel WhatsApp Akselerasi.id!

spot_img

Yuk Baca Juga

spot_img

Berita Terkait