Musisi Elektronik Kalimantan, Papa Khan; Jawara Kontes Remix Weird Genius (2)

Inspirasi Akhmad Iqbal Ansyari A.K.A. Papa Khan bersumber dari produser musik elektronik mancanegara. Seperti Xilent, Marauda, Space Laces, dan Svdden Death, yang mempunyai irama serta juga hentakan yang mampu membuat penggemarnya menganggukan kepala alias headbang dan moshing.

AKSELERASI.ID – Saat ditanya mengenai genre yang menjadi arah bermusiknya ke depan, Iqbal mengatakan bahwa dia tidak berpatokan harus bermain hanya dalam satu genre.

Asal tetap punya karakteristik yang unik dan berciri khas, untuk saat ini dia lebih memilih untuk memproduksi genre dubstep dan juga riddim yang masih tergolong underrated di Indonesia.

Ciri khas dari musik Papa Khan adalah Machine Gun Bass dimana bass yang digunakan sama seperti pada umumnya. Tetapi yang membedakannya dengan yang lain adalah bass jenis ini sering muncul diketukan triplet dan suaranya seperti tembakan senjata api.

Semua lagu yang dirilisnya pun merupakan hasil karyanya dari lirik sampai melodi. “Saya cuma modal speaker dangdutan sama laptop kentang aja,” jawabnya perihal alat yang digunakan untuk bermusik.

Dirinya tak menyangka saat diumumkan sebagai 3 besar pemenang lomba Remix Contest yang diadakan oleh Weird Genius, grup musik elektronik bergenre electro yang beranggotakan Reza Arap, Eka Gustiwana, dan juga Gerald.

Sayembara mengaransemen ulang lagu dari flickshot milik mereka rupanya mendapatkan antusias yang sangat ramai dari para produser lokal, ini adalah kesempatan emas untuk unjuk kebolehan termasuk Iqbal alias Papa Khan.

Fakta unik sebelum mengikuti kontes ini adalah dia hanya membuat hasil karyanya dalam satu malam. Oleh karena itu, dia sangat terkejut saat diumumkan menjadi salah satu pemenangnya.

“Wah, enggak nyangka banget, kan genre saya yang kurang lazim di telinga orang-orang awam biasanya. Agak heran juga kok bisa menang ya, tapi syukur alhamdulillah bisa menang. Thanks to Weird Genius yang sudah kasih kesempatan untuk produser Indonesia yang masih berkembang.” ucapnya, mengenang. (*)