Musisi Elektronik Kalimantan, Papa Khan; Jawara Kontes Remix Weird Genius (1)

Perkembangan musik elektronik tak bisa lagi dipungkiri. Terlebih di kalangan anak muda. Produser musik lokal Indonesia ternyata tak ingin kalah dari musisi mancanegara.

AKSELERASI.ID – Selama ini, musik elektronik dipandang sebelah mata. Musababnya, masyarakat Indonesia masih belum familiar dengan jenis genre ini. Banyak potensi musisi lokal yang hingga kini belum mendapat tempat di level nasional. Padahal, banyak dari generasi millenial dan juga gen Z yang menggandrungi musik modern ini.

Terlebih dengan diadakannya gelaran panggung megah selebrasi pecinta musik elektronik di Indonesia seperti Djakarta Warehouse Project yang diadakan setahun sekali, musik elektronik pun mengalami kenaikan penggemar secara signifikan.

Akhmad Iqbal Ansyari, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Papa Khan, adalah nama yang paling moncer di industri musik elektronik lokal. Terlebih, dia berasal dari Pulau Kalimantan. Tepatnya di Kota Palangka Raya –Provinsi Kalimantan Tengah.

Dia mulai populer dengan rilisan lagunya “Demon” bergenre dubstep yang mampu memikat kalangan muda lewat bersama rapper asal Kota Palangka Raya, Dwicki CJ. Pemuda yang lahir di Kota Banjarmasin –Provinsi Kalimantan Selatan– ini merupakan jebolan dari label lokal XOXLTN yang berbasis di Kota Palangka Raya.

Dengan berbekal software dan alat produksi musik yang seadanya, Papa Khan yang akrab disapa “Papa” oleh para penggemarnya, tidak menyerah. Bahkan dia mampu untuk membuat musik berkualitas yang tidak kalah dengan jebolan label ternama mancanegara maupun lokal.

Alasan mengapa dia terjun ke dunia musik elektronik diawali ketika sedang ramainya genre house music sekira 2010. Lagu pertama yang membuatnya tertarik dengan bass music adalah ketika mendengarkan lagu dari Flux Pavilion dengan judul “I Can’t Stop”.

“Saya mau jadi producer, ya karena saya ingin tahu gimana sih cara buat musik seperti itu. Eh, sampai sekarang malah ketagihan dan malah jadi karier,” ungkapnya. (*)