spot_img

Tujuh ASN Gugur, Persaingan JPTP Kutim Makin Mengerucut

Banner Pemerintah Kabupaten Kutai Timurr

AKSELERASI, KUTIM – Layar seleksi terbuka, dan babak baru segera dimulai. Persaingan merebut enam kursi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur semakin mengerucut usai diumumkannya hasil seleksi administrasi pada Senin (10/11/2025). Tujuh pelamar dinyatakan gugur alias Tidak Memenuhi Syarat (TMS), sementara puluhan lainnya dipastikan melaju ke tahap asesmen kompetensi.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim, *Misliansyah*, proses verifikasi administrasi dilakukan ketat, teliti, dan tanpa intervensi.

“Kami melaksanakan verifikasi dengan teliti. Setiap ASN seharusnya memastikan seluruh persyaratan baik kelengkapan dokumen maupun kesesuaian latar belakang pendidikan telah terpenuhi sebelum mendaftar,” jelasnya saat dikonfirmasi Selasa (11/11/2025).

Dari tujuh nama yang gugur, yang paling mencolok berasal dari posisi Kepala Dinas Kesehatan, di mana tiga pelamar dinyatakan TMS. *Maria Goretti Pararak* tersingkir karena tidak mendaftar melalui sistem ASN Karier, sementara *Abdul Gaffar Qaimuddin* tidak memenuhi syarat pendidikan.

Posisi lainnya juga tak luput dari penyisihan. Pada jabatan Sekretaris DPRD Kutim, *Sapril* gagal karena berkas tidak lengkap. Hal serupa terjadi pada *Achmad Nasir*, pelamar untuk posisi Kepala Dinas PUPR.

BKPSDM memastikan seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif demi menjaring calon pejabat yang benar-benar memenuhi kualifikasi dan siap memperkuat tata kelola pemerintahan daerah.

Sementara itu, di beberapa posisi lain, persaingan justru semakin ketat. Untuk jabatan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda, Kepala Bappeda, dan Kepala Dinas Perkebunan, seluruh pelamar dinyatakan lolos ke tahap asesmen.

Tahapan berikutnya akan dilangsungkan padat dan terstruktur. *Asesmen Kompetensi* dijadwalkan berlangsung pada 17–19 November 2025, diikuti *Penulisan Makalah* pada 20 November, dan *Wawancara Akhir* pada 24–26 November 2025.

Panitia Seleksi pun mengimbau peserta agar tidak mudah percaya pada pihak yang mengatasnamakan panitia seleksi. Proses ini, tegas mereka, tidak dipungut biaya dan dilaksanakan secara profesional.

Dengan penyisihan di tahap awal, peta persaingan kini mengerucut pada figur-figur kuat yang dinilai mampu mengisi jabatan strategis di lingkup Pemkab Kutai Timur.

“Pekan depan akan menjadi babak penentuan penting dalam mencari figur terbaik yang akan mengisi kursi strategis di lingkup Pemkab Kutim,” pungkas Misliansyah. (ADV).

  Yuk Gabung ke Channel WhatsApp Akselerasi.id!

spot_img

Yuk Baca Juga

spot_img

Berita Terkait